Senin, 26 April 2021

Karya Kaligrafi Santri Dipamerkan di Lima Negara, Selalu Banyak Pemesanan di Bulan Ramadan


Jimly Ashari menunjukkan karya kaligrafi yang pernah dipamerkan di Turki


Sejumlah santri sedang duduk dibangku asrama Pondok Pesantren Darussholah di Kelurahan Tegalbesar Kecamatan Kaliwates Kabupaten Jember. Mereka duduk berbaris rapi dengan memakai masker.


Di depan mereka, terdapat meja kecil dengan peralatan kaligrafi di atasnya. Para santri tersebut siap untuk mengikuti pelajaran kaligrafi. Belajar melukis karya seni islam.


Beberapa menit kemudian, Jimly Ashari, salah satu guru di Ponpes tersebut masuk ke ruang asrama. Lelaki berkacamata itu siap mengajar para santri. Di depanya, sudah tersedia papan untuk menuliskan berbagai macam lafal huruf Arab.


Jimly Ashari merupakan santri di pesantren tersebut. Dia dikenal jago dalam membuat kaligrafi. Bahkan, karya miliknya sudah  dipamerkan di sejumlah negara, mulai dari, Irak, Dubai, Aljazair, Tuurki hingga Maroko.


“Tahun 2013 dipamerkan di Aljazair, di Turki tahun 2016, di Dubai tahun 2018, di Iran tahun 2020 dan di Maroko tahun 2021,” kata pria yang akrab disapa Jimly itu saat bertemu dengan penulis di pondoknya


Karya tersebut menjadikan dirinya semakin tersohor dan dikenal oleh masyarakat. Bahkan, dia kerap menerima permintaan untuk membuat kaligrafi. Pemesanan datang dari berbagai daerah, tak hanya Jawa Timur, namun hingga luar pulau Jawa, seperti Kalimantan hingga Sumatra.


Perjuangan Dibalik Kesuksesan Melukis Kaligrafi


Dibalik kemahiran membuat seni kaligrafi, ada perjuangan panjang yang dilakukan oleh Jimly. Dia menekuni ilmu tersebut sejak masih menjadi santri baru pada tahun 2005 silam. Saat itu, dia belajar di SMP Darussolah.

Jimly Ashari tetap semangat berkarya di bidang kaligrafi

“Butuh waktu sekitar  tahun baru bisa menulis kaligrafi,” aku Jimly. Selama dua tahun tersebut, dia harus bersabar mengukir huruf arab di atas kertas. Sebab bila tak sabar, maka tulisan tersebut akan keluar dari pakemnya.


Keuletan dan kesabaran menjadi kunci agar bisa seni kaligrafi.   Seperti harus teliti  dalam mengukir huruf agar terlihat indah.  Selain itu, juga harus memahami bentuk setiap huruf sehingga memerlukan kesabaran yang ekstra dobel.


Namun, jika sudah memahaminya, maka belajar kaligrafi akan terasa mudah.  Selain itu, juga akan terus merasa kehausan belajar ilmu tersebut. Karena mengetahui seluk beluk rahasia, bentuk dan goresan kaligrafi.


Dia mencontohkan, setiap huruf memiliki rahasia yang berbeda-beda. Rahasia itu akan diketahui jika belajar kaligrafi pada ahlinya.

Jimly menunjukkan ijazah menulis kaligrafi dari gurunya 


Tak selesai disana,  dia juga belajar pada seniman dan kaligrafer dari Malang. Darisana, dia dikenalkan dengan kaligrafer asal luar negara. Yani  ustzaz Belaid Hamidi dari Maroko dan ustaz Ehab Thabet Ibrahem dari Palestina.


Jimly mengembangkan ilmu kaligrafi pada pakar tersebut secara online. Yakni melalui media facebook. Caranya, Jimly menuliskan huruf arab tersebut, kemudian dikirimkan melalui chatting facebook.


Darisanalah, dia semakin mahir dan menguasai ilmu kaligrafi.  Bahkan, lebih dari  lima   tahun dia belajar secara daring sampai sekarang.


Karya-karya kaligrafi miliknya diikutkan dalam berbagai pameran. Ada yang lolos, ada juga yang tidak. Beberapa karyanya yang lolos sudah dipamerkan di berbagai negara. Hal itu semakin menjadi penyemangat untuk terus berkarya.  


Pemesanan Kaligrafi dari Berbagai Daerah


Bulan Ramadan selalu menjadi berkah tersendiri bagi pria kelahiran  6 Juni 1993 tersebut. sebab  pemesanan kaligrafi selalu meningkat. Hal itu menjadi motivasi bagi dirinya untuk terus berkarya.

Jimly menunjukkan karya yang merupakan pesanan milik warga Surabaya

Banyak warga yang memesan lukisan kaligrafi via media sosia, mulai dari facebook hingga instagram. Bahkan, Jimly kewalahan untuk membuat  kaligrafi tersebut.


Pada bulan Ramadan,  kenaikan permintaan kaligrafi sekitar 40 persen. Dia bisa menerima puluhan lukisan kaligrafi selama Ramadan. Harga yang dijual  mulai dari Rp 500.000 hingga Rp 2.000.000.


“Ini terbaru ada pesanan dari Banyuwangi,” ujar dia. Setelah selesai digarap, lukisan kaligrafi tersebut dikirimkan pada pemesannya. Bila hanya di dalam kota Jember, maka diantar atau dijemput.


Namun bila di luar kota, maka dikirim melalui jasa pengiriman, salah satunya adalah JNE. Alasannya, karena kantor JNE Jember dekat sekali dengan Ponpes Darussolah. Selain itu, juga pelayanan sangat baik dan terpercaya.


Setiap kali mengirim lukisan, barang selalu diterima oleh pemesan dalam keadaan utuh. Hal itulah yang membuatnya menjadi pelanggan JNE dalam mengirimkan kaligrafi pada berbagai daerah.

Karya Kaligrafi Jimly pesanan warga Banyuwangi 

#JNE 

#JNERamadhan2021

#Blogberkahramadhanantarkankebahagiaan

#Bahagiabersama




EmoticonEmoticon