Selasa, 24 Desember 2019

Menciptakan SDM yang Benar-benar Unggul




 www.canva.com

Kehidupan manusia mengalami perkembangan dan kemajuan yang sangat pesat. Tak dipungkiri, kehadiran teknologi semakin mendorong manusia untuk lebih kreatif. Bila tidak, akan tertinggal jauh.

Revolusi industri 4.0 membawa kemudahan bagi manusia melalui teknologi automasi. Bahkan, beberapa pekerjaan manusia sudah tergantikan oleh teknologi. Hal ini menjadi tantangan  bagi manusia.

Contoh kecil yang kerap kita lakukan, untuk mencari petunjuk jalan, tak perlu bertanya pada orang lain. Cukup melihat google map, sudah diberi pentunjuk.  Untuk melakukan transaksi, kita tak perlu lagi datang ke perbankan atau ATM, namun sudah tersedia mobile banking.

Hasil penelitian dari MCKinsey Global Institute, seperti dilansir dalam portal daring liputan6.com, ada sekitar 5 persen dari total pekerjaan yang ada yang dapat di otomasikan secara penuh. Sepuluh tahun ke depan bertambah menjadi 15 persen[i].

Kemajuan ini akan menghilangkan peluang kerja, sekaligus memunculkan bidang kerja baru yang menuntut lebih kreatif. Terutama dalam memanfaatkan inovasi teknologi digital. Apalagi, mayoritas milenial sudah melek digital, tinggal memanfaatkan kemampuan tersebut menjadi  pekerjaan.

Berdasarkan data Bappenas RI, jumlah milenial di Indonesia mencapai 90 juta. Milenial yang berusia 20-34tahun. Bahkan, Indonesia memiliki penduduk usia produktif dibanding Negara Asia lainnya. Seperti China, Jepang, Korea dan India[ii]. Hal ini menjadi peluang untuk mewujudkan Indonesia yang unggul.

Ke depan, akan semakin banyak bermunculan inovasi teknologi baru yang memudahkan manusia. Bahkan sekarang sudah muncul kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI)  yang mampu bekerja seperti otak manusia.

Kemajuan teknologi ini menjadi peluang sekaligus tantangan. Indonesia memiliki peran strategis untuk terus bersaing dengan Negara lain. Namun, seberapa siap bangsa ini menghadapi kemajuan zaman? Sumber Daya Manusia (SDM) seperti apa yang harus disiapkan?

Tentunya tak hanya  kemampuan intelektual saja, namun kecerdasan spiritual dan kecerdasan emosional. Butuh waktu yang tidak sebentar untuk mewujudkan SDM yang berkualitas. Bahkan, sejak dalam kandungan sudah harus diciptakan.

Mencetak Manusia Berkualitas Sejak dalam Kandungan

Manusia merupakan karya tuhan yang paling sempurna di banding makhluk lainnya.  Proses penciptaannya begitu dahsyat. Sebelum lahir, manusia sudah bisa dicetak untuk menjadi manusia yang unggul.

www.canva.com
20 April 2018 lalu, saya pernah mengikuti seminar tentang pengembangan potensi diri yang disampaikan oleh Prof Dr Abdul Mujib, MA, Dekan Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Saya begitu tertarik mendengar penjelasannya yang sangat ilmiah. Didukung dengan refrensi yang begitu kuat.

“Manusia memiliki potensi yang unggul, dia merupakan makhluk pilihan,” katanya saat itu. Manusia disebut makhluk pilihan  karena dia terseleksi dari 300 hingga 250 juta sel sperma. Sel sperma tersebut bertarung untuk menghasilan satu sel sperma saja guna membuahi sel telur atau ovum.

Sperma yang menang, akan menjadi janin, bayi, dan manusia yang lahir ke dunia. Penulis mencari refrensi tentang penciptaan manusia yang begitu dahsyat ini. Salah satunya dalam buku 99 fenomena menakjubkan dalam al-Quran yang diterbitkan Mizania, karya Nurul Maghfiroh.

Dalam buku tersebut diterangkan, tak hanya melalui pertarungan sel sperma saja. Namun, Rahim perempuan juga masih menseleksinya. Rahim akan mengeliminasi sel sperma yang lemah. Bahkan, bisa membunuh sel sperma yang lemah tersebut.

Tahapan proses penciptaan manusia, bermula dari sel sperma atau dalam bahasa Islam disebut Nuthfah. Kemudian berproses menjadi alaqoh atau segumpal darah yang mengental dan membeku. Setelah itu menjadi Mudghah atau segumpal daging.

Kemudian berproses menjadi ‘Idzam atau proses pembentukan tulang-belulang. Lalu menjadi  lahm atau proses pembalutan tulang-belulang dengan daging. Barulah kemudian terlahir  menjadi manusia.

Bahkan, proses menciptakan SDM yang unggul terus berlanjut ketika janin dalam kandungan. Banyak hasil penelitian  yang menjelaskan tentang proses edukasi pada janin. Seperti ibu hamil yang harus mengkonsumsi makanan bergizi, mengikuti yoga, mendengarkan music klasik atau alQuran, sering mengajak janin berbicara, merangsang bayi, menghindari obat-obatan, alkohol dan asap rokok hingga melahirkan cukup bulan.[iii]

Proses pendidikan anak dalam kandungan juga perlu mendapat perhatian pemerintah. Terutama di bidang kesehatan agar mampu menekan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). Selain itu, juga untuk mencegah generasi stunting.

Pendidikan Sebagai Pondasi Mewujudkan SDM Unggul

Pendidikan memiliki peran penting dalam mewujudkan masyarakat Indonesia yang unggul. Nadiem Makarim, Mendikbud RI memberikan harapan baru pada dunia pendidikan. Terutama dalam mewujudkan SDM unggul yang sesuai dengan kebutuhan zaman.

www.canva.com
Tantangan zaman sudah berubah, pola pembelajaran dalam mendidikan juga harus berubah. Nadiem memberikan pesan penting pada dunia pendidikan menjelang hari guru nasional 25 November 2019 lalu.

Beberapa pesan penting itu adalah:

1.      ajaklah kelas berdiskusi, bukan hanya mendengar. Selama ini, proses pembelajajaran di sekolah kerap menggunakan metode ceramah. Guru sebagai pembicara, murid sebagai pendengar. Meskipun banyak metode lain yang dipakai, namun metode ceramah mendominasi

2.      berikan kesempatan pada murid untuk mengajar di kelas. Selama ini, hamper jarang pelajar  mengajar di ruang kelasnya. Padahal itu menjadi wadah untuk melatih keberanian, kemampuan berkomunikasi, melatih daya nalar kritis dan lainnya.

3.      Cetuskan proyek bakti social yang melibatkan seluruh kelas. Seiring kecanggihan teknologi, nilai solidaritas dan sosial pelajar semakin tergerus. Media social menjadikan mereka sebagai pribadi yang tertutup dan individual. Tak heran, mereka hanya memikirkan diri sendiri.

4.      Temukan suatu bakat dalam diri murid yang kurang percaya diri. Saya percaya, setiap pelajar memiliki bakat yang terpendam. Namun, kerapkali tidak tau cara mengembangkannya. Disinilah peran guru untuk melejitkan bakat tersebut.

5.      Tawarkan bantuan pada guru yang sedang mengalami kesulitan. Bahasa Nadiem menjadi  guru penggerak, guru yang memberi inspirasi. Membantu guru lain yang membutuhkan bantuan untuk mewujudkan pelajar yang unggul.

Lima pesan itu bisa menjadi wajah baru dunia pendidikan untuk mewujudkan SDM unggul. Sesuai dengan 4 pesan Presiden RI Joko Widodo. Yakni Indonesia bukan hanya Jakarta. Artinya, pemerataan pendidikan harus menjadi perhatian. Mencetak SDM Unggul  tidak hanya di pulau Jawa, namun juga Sulawesi, Sumatra, Kalimantan hingga Papua.

Kemudian, perlunya standardisasi pendidikan, kurikulum yang sesuai dengan zamannya serta membuat sistem aplikasi pendidikan[iv]. Jokowi meminta agar pendidikan Indonesia bisa benar-benar mewujudkan SDM yang unggul agar bisa memiliki daya saing dengan Negara lain.

Mengembangkan Potensi Diri Secara Optimal

Potensi yang perlu dikembangkan untuk mewujudkan SDM Unggul mulai  dari potensi jasmani dan rohani. Potensi yang ada dalam diri manusia begitu besar. Namun, tak banyak yang menyadari potensi tersebut.

www.canva.com
Salah satu keunggulan manusia adalah kemampual berpikir kritis, bernalar. Banyak yang tidak mengerti cara mengoptimalkan  otak kanan dan otak kiri manusia. Kemampuan dua hal ini bila digabungkan akan menjadi potensi yang melejit menjadi manusia unggul.

Selama ini, manusia banyak yang menggunakan  otak kiri, tanpa otak kanan. Padahal, Otak kanan dapat meningkatkan kecerdasan emosional, kesadaran diri, kendali diri,kesabaran, motivasi cinta dan empati serta seni.  Sementara otak kiri dominan pada bahasa, matematika dan lainnya.

Pengembangan potensi diri juga perlu didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai. Selain itu, lingkungan yang mendukung. Baik di rumah, sekolah hingga lingkungan sekitar.

Di era digital ini,  sarana untuk mewujudkan SDM unggul begitu memadai. Akses informasi begitu luas dan mudah didapatkan.  Sarana pengembangan diri banyak tersedia melalui teknologi. Tinggal kemauan dan dorongan yang kuat dalam diri untuk melejitkan potensi tersebut.

Tantangan dan Peluang Mewujudkan SDM Berdaya Saing

Revolusi industry 4.0 melahirkan berbagai tantangan dan peluang baru. Siapkah Indonesia menghadapi tantangan tersebut? Menjadi Negara yang adidaya, mewujudkan Negara maju.

Tantangan yang dihadapi ialah masih kurangnya keterampilan yang memadai.  Sementara, kemampuan soft skil begitu dibutuhkan.  Bekal  keterampilan di abad 21 harus ditingkatkan untuk menjawab tantangan zaman

Selain itu, kualitas karakter juga harus diperkuat, karaterk religius, tanggung jawab dan mandiri. Memperkuat kompetensi, seperti piawai memecahkan masalah, berpikir kritis, kreatif dan komunikatif serta kolaboratif. Tak kalah penting, adalah kemampuan menjalin  networking dengan berbagai kalangan.  

Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah peningkatan literasi dasar, mulai dari literasi baca, sains, teknologi, literasi budaya, literasi finansial dan lainnya. Kemudian, diiringi dengan pelatihan dan pendidikan yang spesifik mengembangkan keterampilan tersebut.

Dalam hal ini, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia punya penting guna turut membantu meningkatkan keterampilan masyarakat. Salah satunya dengan memberikan pelatihan guna meningkatkan keterampilan masyarakat, terutama para pelaku UMKM.

UMKM menjadi sektor yang perlu dikembangkan karena memberikan kontribusi nyata untuk kemajuan bangsa. Tak hanya di bidang SDM, namun perekonomian bangsa.

Berdasarkan data dari Kementrian Perindustrian RI, jumlah wirarausaha di Indonesia masih 3,1 persen dari total jumlah penduduk sekitar 260 juta jiwa. Yakni sekitar 8,06 juta. Jumlah tersebut masih sedikit bila dibanding dengan  Singapura yang mencapai 7 persen, Malaysia 5 persen[v].

www.canva.com
Kadin sendiri seperti di lansir Republika,co.id, memiliki komitmen untuk mengembangkan UMKM di Indonesia. Yakni mendampingi UMKM agar terus berkembang hingga mampu ekspor keluar negeri. Kadin akan melakukan pembinaan mulai dari pelatihan keuangan hingga pelatihan cara eskpor produk[vi].

Berdasarkan laporan Global Entrepreneurship Index pada tahun 2018, peringkat kewirausahaan Indonesia masih ada pada urutan 94 dari 137 negara. Untuk itu, semua elemen perlu mendorong semangat berwiraswasta. muali dari pemeritah seperti kementerian pendidikan dan kebudayaan RI hingga lembaga non pemerinta  seperti  Kadin.

Mengapa harus menjadi entrepreneur? Karena Indonesia memiliki kekayaan alam yang melimpah. Mampu mewujudkan Negara yang mandiri dan sejahtrea. Untuk mengelola kekayaan itu, membutuhkan SDM yang unggul dan berkualitas.


1 Comments


EmoticonEmoticon