Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2019

Menciptakan SDM yang Benar-benar Unggul

Kehidupan manusia mengalami perkembangan dan kemajuan yang sangat pesat. Tak dipungkiri, kehadiran teknologi semakin mendorong manusia untuk lebih kreatif. Bila tidak, akan tertinggal jauh.
Revolusi industri 4.0 membawa kemudahan bagi manusia melalui teknologi automasi. Bahkan, beberapa pekerjaan manusia sudah tergantikan oleh teknologi. Hal ini menjadi tantangan  bagi manusia.
Contoh kecil yang kerap kita lakukan, untuk mencari petunjuk jalan, tak perlu bertanya pada orang lain. Cukup melihat google map, sudah diberi pentunjuk.  Untuk melakukan transaksi, kita tak perlu lagi datang ke perbankan atau ATM, namun sudah tersedia mobile banking.
Hasil penelitian dari MCKinsey Global Institute, seperti dilansir dalam portal daring liputan6.com, ada sekitar 5 persen dari total pekerjaan yang ada yang dapat di otomasikan secara penuh. Sepuluh tahun ke depan bertambah menjadi 15 persen[i].
Kemajuan ini akan menghilangkan peluang kerja, sekaligus memunculkan bidang kerja baru yang menuntut lebih k…

Menghijaukan Alam, Pekerjaan Hingga Akhir Hayat

“Jutaan yang ditanam, jutaan juga yang dirusak. Saat dibakar, kita tanami lagi, begitu seterusnya,” kata A’ak Abdullah al-Kudus. Pegiat lingkungan yang pernah menerima anugerah satu Indonesia award PT astra internasional 2010 lalu.
22 Oktober 2019 lalu, hutan konservasi gunung Lemogan Kabupaten Lumajang terbakar. Bahkan, 12 Maret 2018, posko dan tanaman konservasi di Gunung Lemongan dirusak oleh oknum tidak bertanggung jawab. “Posko dirusak, dan pohon ditebangi orang,” kata A’ak Abdullah alkudus seperti di kutip dari situs berita mongabay.co.id
Perjuangan merawat alam memang menjadi tugas semua manusia. Namun, tak banyak yang terpanggil untuk melakukannya. Padahal, alam merupakan tempat manusia hidup. Meminum air, mendapatkan sumber makanan.
ironisnya, banyak yang masih merusak alam tanpa peduli dengan keberlangsungan hidup generasi selanjutnya. Untung saja, ada sosok santri yang mengabdikan dirinya untuk kelestarian lingkungan. Yakni A’ak Abdullah al-Kudus. Pria kelahiran Lumajang, 12 …

Kisah Mantan TKW Sukses, Jual Produk ke 17 Negara

Setiap bulan, kerajinan kalung, gelang, dan anting yang dibuat mantan buruh migran ini selalu dikirim ke luar negeri. Yakni ke Prancis, Tiongkok, Amerika, Swedia, Inggris, Kostarika, Selandia Baru, Italia, Jepang, Australia, Spanyol, Dubai, Jerman, Korea, Malaysia dan Thailand.. Siapa mantan tenaga kerja wanita (TKW) itu? Namanya Holisa Handayani, akrab disapa Elisa. Dia sedang menjaga kerajinan manik-maniknya di halaman rumah belajar dan bermain Tanoker. Saat itu, ada pameran produk warga desa yang dihadiri oleh wakil duta besar Australia untuk Indonesia, Allaster Cox.
“Kerajinan ini dibuat sendiri, termasuk desainnya,” kata Elisa, menunjukkan aksesori kalung, gelang, dan anting. Bila diamati, produk miliknya seperti barang mewah. Tak heran, bisa dipasarkan ke 17 negara.
Kerajinan itu menjadikan Elisa perempuan yang sukses. Setiap harinya, dia mengelola kerajinan manik-manik dari kaca. Bila permintaan tinggi, ada 600 warga sekitar yang bekerja. “Tahun 2015 hingga 2017 ada 600 pekerja …