Langsung ke konten utama

Inspirasi Pengusaha Bibit Buah yang Sukses


SUKSES USIA MUDA: Berbekal ketekunan, Yusron Ismail mampu meraih kesuksesan di bidang bibit tanaman.

Bekerja sesuai hobi memang terasa menyenangkan. Apalagi sampai meraih kesuksesan. Yusron mengalami hal itu, meskipun harus berkorban meninggalkan bangku kuliah pada 2011 lalu.

Hamparan bibit buah di belakang rumah Yusron Ismail berjejer rapi. Mulai dari berbagai jenis bibit durian, sawo, bahkan juga jenis buah langka dari Amerika Latin seperti Mamesapote, yakni  jenis mangga ukuran besar warna cerah. Jumlahnya mencapai puluhan ribu. Bibit itu dirawat dengan baik.

Disana, tampak para perempuan memakai caping sedang bekerja. Ada yang menyiram bibitnya. Ada yang memasang bibit ke dalam bungkus pot plastik. Lalu meletakkannya dengan rapi.

Di Jalan Sumberejo Desa Umbulsari, Yusron mempekerjakan  sekitar 28 orang. Mereka mencari rejeki dengan mengelola bibit tanaman yang diberi nama Getas Merah Umbulsari (GMU). “GMU itu nama dari usaha pertama, bibit jambu yang membuat sukses,” kata Yusron.

Pria kelahiran  Jember 16 oktober 1991 itu memulai bisnis bibit tanaman sejak tahun 2010 lalu. Semua berawal dari hobi dan cinta pada tanaman. Saat itu, dia merupakan mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Jember.


Awalnya, Yusron mencoba untuk usaha jambu biji merah dan jambu biji kristal. Saat itu, buah jambu memiliki peluang yang cukup besar. Dia mulai menanam dan menjual buah jambu tersebut ke toko tradisional hingga modern di Jember dan Banyuwangi. Bahkan sekarang sudah dikirim ke Kalimantan hingga Bali.

Tak mampu mensuplai sendiri, Yusron mensuplai bibit jambu itu pada para petani. Lalu, buahnya dia beli agar dijual pada pasar yang lebih luas. Dari sinilah, kesibukan bermula dengan menjadi pelaku usaha bibit tanaman.

“Saya juga mengajari petani agar menanam yang memiliki penghasilan tinggi,” jelasnya, kesibukan dalam berbisnis membuat alumni SMA Nurul Jadid itu pun berhenti kuliah. Dia memilih untuk menekuni kegiatan di bidang bibit tanaman. Dia mengaku belajar secara otodidak. 

 
Yusron semakin memiliki waktu yang lebih banyak karena tidak terikat dengan kegiatan kampus. Dia memanfaatkan waktu untuk melihat bibit tanaman di Malaysia hingga Thailand. “Darisana, saya semakin termotivasi untuk mengembangkan bisnis bibit tanaman,” akunya.

Dia pun mulai merambah pada berbagai jenis bibit tanaman, tidak hanya fokus pada jambu saja. Yakni mendatangkan tanaman langka dari luar negeri, namun terkendala perizinan. Akhirnya dia mencari cara dengan melakukan inovasi.

“Petani butuh buah berkualitas yang layak dikembangkan,” tuturnya. Yusron mencoba mengembangkan berbagai jenis bibit buah durian. Bahkan dia memiliki ratusan buah jenis baru. Seperti jenis musangking, durian hitam, tekka, anghe, kapri, kunpoh, D101, oche, durian unggulan terbaru dari Malaysia.

“Ada juga buah-buah langka asal Thailand dan Amerika latin,” akunya. Dia memakai indukan dari Malaysia, lalu dikembangkan di Jember.  Baginya, menjalankan bisnis bibit tanaman harus pandai membaca peluang agar usahanya tidak lesu. 

Sekarang, usaha tanaman bibit itu tidak hanya dilakukan di Jember, namun Yusron juga mencoba mengembangkannya di Banyuwangi. Dia menjual berbagai jenis bibit tanaman. Bahkan, di belakang rumahnya, tersedia 20 ribu lebih bibit tanaman durian.


Kesuksesan yang telah dicapainya tidak lepas dari masalah yang dihadapi. Sebelumnya, dia pernah ditipu oleh temannya sendiri karena terlalu percaya. Namun, peristiwa itu membuatnya lebih berhati-hati. “Saya juga tidak pernah pinjam bank, tapi pakai investor,” jelasnya.


Bagi dia, kepercayaan menjadi modal yang  kuat bagi para investor. Kepercayaan tidak ada tokonya. Darisana, dia bisa terus mengembangkan usahanya hingga berhasil. Namun tak lupa untuk berbagi, seperti menyumbangkan bibit tanaman pada kegiatan sosial. “Pernah dulu kirim sumbangan bibit ke gunung Lamongan satu pikap,” akunya.

Prinsip yang dipegangnya dalam menjalankan usaha adalah kepercayaan dan niat. Niat menjadi kunci utama dalam mengembangkan sesuatu. Begitu juga dengan kepercayaan. “Bangun relasi bisnis selagi muda,” pungkasnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rapat Membahas Virus Corona 19 Tertutup, Ternyata Dua Warga Jember Pasien dalam Pengawasan

Dua warga Jember dengan status pasien dalam pengawasan virus corona 19.  16 orang berstatus Orang Dalam Pengawasan (ODP), 242 berstatus Orang Dengan resiko (ODR)
MASJIWO.COM – Selasa (17/3/2020) sekitar pukul 11.00 WIB, saya tiba di ruang komisi C DPRD Jember. Saya kaget, ternyata rapat dengar pendapat antara Komisi C, Dinas Kesehatan dan para pengelola rumah sakit dilakukan tertutup.

Awalnya, pelaksaan rapat itu terbuka, namun karena ada permintaan off the record, ruangrapat ditutup. Ada apa?
Saya bertanya, pembahasan apa yang tidak tersampaikan tersebut. Setelah selesai rapat, saya mendatangi kepala dinas kesehatan Jember Dyah Kusworini. Saya dan teman-teman jurnalis melakukan wawancara tentang hasil rapat tersebut
Ternyata..
Jumlah warga dengan status Pasien Dalam Pengawasan (PDP) virus corona 19 di RSD dr Soebandi Jember mencapai tiga orang. Satu orang sudah dilakukan pemeriksaan dan pengambilan sampel tes uji virus corona, hasilnya negatif. Sedangkan dua orang lainnya masih dilakuk…

Isu Tenggelam Karena Covid-19, 300 Warga Jember Menderita DBD, Dua Meninggal Dunia

300 warga Jember menderita penyakit DBD. Dua diantaranya meninggal dunia karena terlambat dibawa ke fasilitas pelayanan kesehatan. 
MASJIWO.com –  Virus corona 19 memang memenuhi pemberitaan di berbagai Negara, tak terkecuali Indonesia. Membaca berita daring dipenuhi dengan kata-kata corona 19, menonton televisi berita tentang corona, membaca pesan di whatsapp pun corona.
Lalu, bagaimana dengan penyakit lain yang mengancam nyawa manusia. Seperti Demam Berdarah Dengue (DBD). Sejak kemarin, saya bertanya, berapa jumlah penderita penyakit ini. Saya kirim pesan pada Kepala DInas Kesehatan Jember Dyah Kusworini, namun tak dibalas.

Lalu, pada Selasa (17/3/2020), saya berhasil mewawancarainya di DPRD Jember.
Faktanya..
300 warga Jember menderita penyakit demam berdarah dengue (DBD). Bahkan, dua diantaranya sudah meninggal dunia. Jumlah penderita DBD itutercatat sejak Januari 2020sampai sekarang. “Jumlah itu masih dibawah grafik maksimal yang pernah ada, separuhnya,” kata Kepala Dinas Kesehata…

Peran Pesantren Terhadap Masyarakat

Pendahuluan
Pesantren sebagaimana di definisikan oleh Gus Dur adalah sub-kultur yang memiliki keunikan tersendiri, dengan sistem monarki yang tidak terpengaruh oleh sesuatu yang ada diluar pesantren. Beberapa hal yang menjadikan pesantren sebagai sub-kultur dan unik adalah; pola kepemimpinan didalamnya yang berada di luar kepemimpinan desa. Literatur universalnya yang terus terpelihara selama berabad-abad, dan sistem nilainya sendiri yang terpisah dari yang diikuti oleh masyarakat luas. [1]             Mendiskusikan  peran pesantren terhadap masyarakat sekitarnya bisa dilihat ditinjau dari berbagai  aspek. Pertama,   dikaji dari historis pesantren itu sendiri. Sebab kajian pengaruh dan peran pesantren terhadap masyarakat merupakan diskusi yang tidak boleh lepas dari kesadaran historis, bagaimana awal mula pesantren ada dan berdiri di Indonesia. Kedua, pesantren selain sebagai tempat mencari ilmu agama, tafaqquh fi ad din  juga merupakan tempat pengkaderan bagi para muballigh dalam menye…