Senin, 22 April 2019

Demo Bupati, Gerbang Pendopo Jebol



foto-foto Bagus Supriadi: Aksi teatrikal para aktivis PC PMII Jember terhadap pabrik semen di Puger

Teriakan para aktivis PC PMII Jember untuk bertemu dengan bupati tak dihiraukan. Mereka mencoba memasuki pendopo. Sementara, polisi dan satpol PP menghadang mereka. Akhirnya terjadi aksi saling mendorong yang mengakibatkan pintu gerbang pendopo jebol.
            Tak selesai disana, para mahasiswa masih setiap menunggu Bupati Jember dr Faida MMR. Mereka ingin menyampaikan aspirasinya tentang pabrik semen yang berdiri di Puger. Pabrik itu dinilai mengancam pertanian dan kesehatan masyarakat sekitar.

Sayangnya, penantian itu tak membuahkah hasil. Mereka pulang tanpa bertemu dengan bupati. Akhirnya, mereka menuliskan kata-kata bahwa pendopo disegel. Mereka kembali, namun bertekad untuk melakukan aksi lagi

Di depan kantor Pemkab Jember, para aktivis itu juga menunjukkan aksi teatrikal perlawanan terhadap pabrik semen. Mereka menyiram salah satu pendemo dengan semen. Serta membakar ban di tengah jalan.
            Aksi itu, awalnya dimulai dari double way Univeristas Jember. Mereka mendatangi gedung DPRD Jember dan menyampaikan aspirasinya di hadapan anggota perwakilan rakyat daerah. “Kami memperjuangkan hak-hak rakyat Puger,” kata M Faisal Effendi Utomo, koordinator lapangan.
Sebab, sejak  November 2017, industri semen di Puger yang dikelola  PT Imasco mulai melakukan pembebasan lahan pertanian seluas 60 hektare. Lahan tersebut dialihfungsikan menjadi lahan industri. Lalu pada April 2018, mulai melakukan konstruksi pabrik.


“Hari ini, PT PT Imasco ingin membelokkan saluran irigasi, hal ini ditolak oleh warga,” terangnya. Sebab, saluran irigasi itu digunakan untuk mengaliri sawah para petani. Bila saluran itu dibelokkan, sawah petani akan terancam kekeringan. Ada sekitar 300 hektare di Puger Kulon dan Puger Wetan yang terdampak.
Effendi menambahkan pihak pabrik sebenarnya sudah menawarkan pada masyarakat untuk membangun sumur bor di 17 titik. Namun hal itu akan berdampak pada penurunan air sehingga masyarakat di sekitar Gunung Sadeng akan terancam kekeringan. “Yang kita bawa hari, menuntut agar upaya pembelokan digagalkan,” terangnya. 


PC PMII sendiri melakukan pendampingan pada masyarakat sekitar. Mereka menerima keluhan dari warga terkait keberadaan industri tersebut. pihaknya juga berupaya untuk bertemu dengan pihak industri, namun belum bisa. Sepeti permintaan dokumen Amdal yang seharusnya mudah diakses. Pihak PT belum pernah memberikan,” tegasnya.
Begitu juga ketika meminta pada Pusat Pengelola informasi dan dokumentasi (PPID). Namun tidak bisa memberikan dokumen amdal tersebut.
Selama melakukan pendampingan, para mahasiswa menginap di rumah warga. Menurut dia, ada warga yang yang sudah terkena penyakit karena keberadaan industri tersebut. sebab udara sudah tercemar. Warga terancam dari sisi lingkungan hingga kesehatan. 



Di dewan, para aktivis itu ditemui oleh perwakilan anggota komisi B DPRD Jember, M Holil Asyari. Pihaknya akan  memanggil  PT Imasco  dan pemerintah serta perwakilan PC PMII untuk urun rembuk. “Kami  tidak mungkin menyengsarakan rakyat, apalagi saya dari Puger,” ucapnya.
Sementara di depan Pemerintah Kabupaten Jember, mereka ditemui oleh Arismaya Parahita, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Jember. “Aspirasinya akan kami sampaikan pada pimpinan, baik di dewan maupun pemkab, kami tindaklanjuti sesuai peraturan,” terangnya.



EmoticonEmoticon