Skip to main content

Posts

Showing posts from April, 2019

Hijrah, Satu Kata Sejuta Makna

Sudah sampai dimana hijrah kita?. Kalimat itu selalu ditanyakan oleh HOS Cokroaminoto, bahkan ditulis didinding ketika dia di penjara. Pertanyaan itu selalu terngiang di telinganya. Tentang perjuangan rakyat melawan penjajahan.
Hijrah dari ketertindasan menuju kemerdekaan, kebebasan dan keadilan. Hijrah bukan sekedar hijrah pribadi, namun kepentingan bangsa dan negara. Semangat hijrah terus menggelora dalam dada Hos Cokroaminoto, bapak pendiri bangsa.
Setiap kali bertemu para pejuang bangsa hingga keluarganya sendiri, Hos Cokroaminoto selalu bertanya sudah sampai dimana hijrahnya. Bahkan, ketika bercermin, dia selalu bertanya pada diri sendiri sudah sejauh mana hijrah yang dilakukannya.
Pertanyaan tentang hijrah itu mendorong dirinya untuk terus merefleksikan diri. Sejauh mana perjuangan yang telah dilakukan untuk bangsa dan negaranya. Kata-kata hijrah disimpan rapi dalan hati dan pikirannya. Meskipun butuh waktu yang lama untuk mewujudkannya.
Hijrah dengan makna yang sangat luas sudah d…

Komunitas Keluarga Anakku Hebat, Perkumpulan Ibu ABK

Mengasuh anak berkebutuhan khusus (ABK) membutuhkan kesabaran dan ketelatenan. Bahkan, bila tidak ada dukungan untuk saling menguatkan, terasa sangat berat. Untuk itulah, para orang tua ini bersatu untuk saling berbagi. Bertemu saat melakukan terapi, bersatu karena saling peduli.
Minggu pagi,  para orang tua anak berkebutuhan khusus (ABK) berkumpul di Tegalbesar Cluster. Mereka membawa anak-anaknya yang memiliki keterbatasan fisik itu. Mulai dari anak dengan down syndrome, anak dengan gangguan otak, epilepsi, dan lainnya.
Setiap kali bertemu, wajah mereka tampak ceria. Beban berat merawat ABK seperti berkurang karena memiliki teman yang nasibnya sama. Kehadiran mereka saling memperkuat dalam mengasuh anak-anaknya. 
Mereka saling bertanya kabar dan berbagi informasi terkait perkembangan anaknya, apakah sudah membaik atau tidak. Pertemuan itu merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan oleh komunitas. Tujuannya untuk menguatkan dan mendidik para orang tua dalam mengasuh anak ABK. 
Ko…

Darurat, Ayo Kurangi Sampah Plastik

Setiap 22 April, selalu diperingati hari bumi di seluruh dunia. Momentum ini menjadi wadah untuk terus berbuat merawat lingkungan. Hal sederhana yang bisa dilakukan adalah dengan tidak membuang sampah sembarangan.

Sebab, persoalan sampah yang mudah ditemukan di berbagai tempat. Terutama di kawasan laut, sudahmenjadi problemyang mengancam keberlangsungan kehidupan dan keseimbangan alam. Untuk itu, perlu kesadaran bersama untuk menjaga lingkungan.
Sampah plastik menjadi pemandangan buruk di beberapa pinggir pantai di Jember, seperti di pulau Nusabarong. Meskipun kawasan ini merupakan cagar alam yang tidak boleh didatangi oleh masyarakat, namun sampah masih ditemukan di bibir pantai.
“Ini memang fenomena yang menyedihkan,”kata pengamat lingkungan dari Universitas Jember, Hari Sulistyowati. Menurut dia, hal itu terjadi karena kesadaran wargamembuang sampah dengan tertib masih sedikit.Mereka tidak tertib dalam membedakan sampah organik dan non organik.
Selain itu, kata dia, belum adak…

Demo Bupati, Gerbang Pendopo Jebol

Teriakan para aktivis PC PMII Jember untuk bertemu dengan bupati tak dihiraukan. Mereka mencoba memasuki pendopo. Sementara, polisi dan satpol PP menghadang mereka. Akhirnya terjadi aksi saling mendorong yang mengakibatkan pintu gerbang pendopo jebol. Tak selesai disana, para mahasiswa masih setiap menunggu Bupati Jember dr Faida MMR. Mereka ingin menyampaikan aspirasinya tentang pabrik semen yang berdiri di Puger. Pabrik itu dinilai mengancam pertanian dan kesehatan masyarakat sekitar.

Sayangnya, penantian itu tak membuahkah hasil. Mereka pulang tanpa bertemu dengan bupati. Akhirnya, mereka menuliskan kata-kata bahwa pendopo disegel. Mereka kembali, namun bertekad untuk melakukan aksi lagi. 
Di depan kantor Pemkab Jember, para aktivis itu juga menunjukkan aksi teatrikal perlawanan terhadap pabrik semen. Mereka menyiram salah satu pendemo dengan semen. Serta membakar ban ditengah jalan. Aksi itu, awalnya dimulai dari double way Univeristas Jember. Mereka mendatangi gedung DPRD Jember dan…

Ingin Cepat Punya CV dan PT, Datang Aja ke Arvahub

Suatu hari, Hasibullah mengeluhkan proses perizinan usahanya yang mbulet. Padahal, dia ingincepat agar bisnisnya bisa segera berjalan. Namun, semua itu hanya tinggal harapan, sebab proses pembuatan Comanditaire Venootschap (CV) membutuhkan waktu yang lama.
Apalagi, Hasibullah tidak memiliki waktu yang cukup banyak untuk mengurus perizinan tersebut. selain itu, rumahnya berada jauh di daerah pedesaan, yakni di Desa Glagahwero Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember.
Saat itu, dia harus mengurus izin usaha sesuai dengan bidang usaha yang akan dijalankannya. Dia mendatangi Dinas Pelayanan Satu Terpadu Satu Pintu (PTSP) di kota. Perjalanan membutuhkan wakatu sekitar 30 menit.
“Sampai sekarang, masih belum ada kabar, padahal saya jauh-jauh kesini,” katanya ketika mengeluhkan proses izin yang ruwet. Maklum, dinas tersebut masih baru berdiri. Barangkali, para pegawainya masih belum berpengalaman.

Namun satu bulan ditunggu, Hasibullah belum juga mendapatkan jawaban atas izin usahanya. Tentu, hal it…

Komunitas Perupa Jember

Wadah Kreasi Para Seniman


Tak terasa, komunitas ini sudah berjalan selama empat tahun. Berawal dengan nama komunitas kunang-kunang. Hingga untuk mengakomodasi banyak anggota kemudian berubah menjadi Komunitas Perupa Jember (KPJ). Banyak hal yang telah dilakukan.
Beberapa lukisan karya anak Jember dipamerkan di gedung eks-BHS Jember. Lukisan itu tak hanya karya pelukis profesional. Namun, ternyata juga ada karya anak-anak yang masih belajar melukis. Mulai dari tingkat SMP hingga SMA.
JemberExplore Painting merupakan kegiatan pameran karya seni. Setelah sebelumnya komunitas ini mengadakan pameran seni se-Indonesia di Rumah Budaya Ajung Jember. Pameran memang menjadi salah satu wadah bagi para pelukis untuk bisa menunjukkan eksistensi dan hasil karyanya.
“Ada sekitar 160 pelukis yang gabung di dalam komunitas ini,” kata Wibisono, ketua KPJ. Menurut dia, Jember memiliki potensi pelukis yang cukup banyak, jumlahnya sekitar 800 orang. Namun, tak semuanya di Jember, tetapi merantau berada di …