Mengenal Komunitas Jember Runners




Foto bersama dengan para pegiatan komunitas Jember Runners

Komunitas ini menjadi wadah untuk hidup sehat dengan cara olahraga lari. Setiap harinya, ada yang berlari hingga sepuluh kilometer. Lari sudah menjadi kegiatan yang tidak terpisahkan.

Jangan heran, bila setiap malam Jumat ada sekelompok orang yang sedang lari. Mereka adalah para anggota Komunitas Jember Runners. Mereka memanfaatkan waktu malam hari untuk olahraga di seputar kota

Komunitas ini awalnya memang menjadi wadah untuk lari malam. Namanya Jember Runner Night. Mereka dibentuk pada tahun 2014 lalu oleh sekelompok pemuda yang sadar dengan pentingnya hidup sehat melalui olahraga. Namun, seiring perjalanan waktu, komunitas ini berubah menjadi Jember Runners.

Mereka lari tak hanya pada malam hari. Namun setiap Minggu pagi, dan berkumpul di Alun-Alun Jember. Kemudian lari bersama ke berbagai tempat, seperti rute di segitiga emas.

“Saya memang tertarik lari sejak masih pelajar SMA,” kata Bambang Margono, salah satu pegiat Jember Runners. Awalnya dia hanya lari sendiri. Namun, dia dipertemukan dengan komunitas Jember Runners lain, lalu bergabung.

Darisana, dia mulai lari bersama para anggota komunitas. Selain itu, juga lari sendiri setiap harinya. Tak tanggung, jarak tempuh langsung mencapai sepuluh kilometer. Baginya, bergabung dengan komunitas membuat dirinya semakin bersemangat lari.

Begitu juga dengan Jack, aktivis Pecinta Alam (PA) yang menekuni lari. Olahraga bersama itu membuatnya semakin bersemangat untuk hidup sehat. Selain bersama komunitas, dia juga lari setiap hari. “Lari bersama tidak cepat lelah,” ujarnya.

Ipung Maulana Ishaq juga merasakan hal itu. Masalah berat badan yang dialaminya membuat dirinya ikut bergabung di komunitas ini. Sebelumnya, Ipung memang tertarik dengan olahraga lari. “Lari lebih senang rame-rame,” tuturnya. 

Saya bersama koordinator Jember Runers


Pungut Sampah hingga Donasi Bersama

KOMUNITAS ini tak hanya sebatas olahraga lari. Namun ada kegiatan sosial yang kerap dilakukan. Salah satunya adalah memunguti sampah yang menumpuk di Alun-Alun Jember. Usai lari saat car free day, warga memang banyak membuang sampah sembarangan. 

Melihat Alun-Alun Jember penuh dengan sampah plastik, para anggota Komunitas Jember Runners turun tangan. Mereka mengambil sampah itu dan memasukkan dalam satu wadah. “Kegiatan kami juga di bidang sosial,” tambah Ali Naufan. 

Selain itu, mereka juga donasi melalui kegiatan lari. Ketika mencapai jarak tempuh tertentu, mereka akan mentransfer uang untuk kegiatan sosial. “Kami juga kampanye kesehatan melalui media sosial,” tambah Bambang. 

Ketika lari bersama, para komunitas itu mengajak warga untuk ikut lari bersama. Siapapun boleh bergabung dengan komunitas ini. “Kami terbuka pada siapa saja,” tuturnya. 

Olahraga lari memiliki dampak yang sangat besar bagi kesehatan. Selain murah dan meriah, juga bisa dilakukan oleh siapa saja. Kapanpun dan dimanapun. Sayangnya, olahraga ini masih kurang mendapat perhatian.


Beri Tips Olahraga Lari

BILA anda tertarik untuk ikut olahraga lari, sebaiknya pelajari dulu tips agar tidak mudah lelah atau bisa terus berkelanjutan. Salah satunya adalah persiapan, mulai dari sepatu, pakaian hingga pemanasan.

 

Persiapkan  kondisi fisik yang ideal dan peralatan pendukung sebelum berlari. Makan sebelum olahraga, satu jam sebelumnya mengkonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat.

 

“Sebelum olahraga juga perlu pemanasan,” kata Jack. Hal itu  untuk mengurangi risiko cedera. Pemanasan dilakukan sektiar  lima menit dengan jalan kaki ringan, kemudian jalan di tempat, atau naik turun tangga.

 

“Kemudian kenakan sepatu olahraga,” tuturnya. Sepatu yang nyaman dan cocok dengan olahraga lari, serta sesuai dengan ukuran kaki. Begitu juga dengan pakaian olahraga yang nyaman. 

 

Setelah itu, mulailah dengan  dengan berjalan kaki. Apalagi sudah lama tidak berolahraga dan ingin mulai aktif kembali, berjalan kaki dapat menjadi permulaan yang tepat. Setelah itu, mulai berlari secara pelan hingga menambah kecepatan. 

 

Tips lainnya adalah memulai dari jarak dan durasi pendek.  Berlari dengan posisi yang benar, mengurangi tekanan seperti menghindari melompat untuk mengurangi tekanan pada sendi dan lutut. ”Bernafas dengan teknik yang baik, hirup melalui hidup lepas melalui mulut,” pungkasnya.


Comments