Wonderful Indonesia, Lovely Bondowoso




Geliat Kabupaten Pensiun Menjadi Kota Kampiun

Bondowoso pernah dicap sebagai kota pensiun. Kota yang mati karena tidak menggairahkan. Sebab, kota ini berada di wilayah yang tidak strategis, jauh dari jangkaun. Padahal, potensi wisatanya cukup besar.

Namun, kota pensiun itu menjadi pembangkit untuk beranjak menjadi kota kampiun. Kota ini pun berbenah, mengembangkan seluruh potensinya. Terutama destinasi wisata yang terus diperbaiki. Mulai dari wisata alam hingga wisata buatan.

Tak heran, banyak tempat wisata yang mulai berkembang di Bondowoso. Mulai dari kampung kopi, bukit P28, wisata kawah wurung, puncak scorpion, puncak megahsari dan lainnya, seperti magnet utama yanki gunung Ijen. 

Untuk menuju kabupaten ini, kita bisa mendatanginya dengan kendaraan bis dari Surabaya. Menggunakan kereta api dan pesawat dari Surabaya turun ke Jember, lalu ke Bondowoso sekitar asatu jam. Penulis berkesempatan mendatangi beberapa destinasi di tempat ini. Seperti apa kisah, mari kita simak. 

Puncak P28 yang terlihat eksotis. spot foto yang menarik karena bisa melihat  pemandangan dari ketinggian

Puncak Love di Bukit P 28

Berkunjung ke wisata alam P28 benar-benar memberikan pengalaman yang tak terlupakan. Nuansa alam yang natural sangat terasa saat menuju lokasi ini. deretan pohon pinus miliki dan kebun kopi milik perhutani berbaris rapi. Tangga demi tangga kita lewati untuk mencapai puncak.

Wisatawan menyebut destinasi ini sebagai  puncak 28, ada juga yang menyebutnya dengan Patirana 28. Istilah 28 dipakai seiring dengan peresmian pertama tempat wisata tersebut, yakni pada 28 Agustus 2016.

Dipuncak bukit ini, terdapat beberapa landmark love. Maka tak heran bila ada yang menyebutnya sebagai puncak bukit cinta. Bahkan ada yang melangsungkan pernikahan setelah berkunjung ke tempat ini.

foto bagus Supriadi: Tempat foto berbentuk love yang terbuat dari botol air mineral  ketika hendak menuju puncak P28

Foto-foto P28  di instagram  yang menarik membuat wisatwan memilih Bondowoso sebagai tujuan berlibur. Termasuk saya sendiri. Tak sulit untuk mencapai tempat yang berlokasi di Dusun Patirana Desa Wonosari Kecamatan Grujugan ini. Dari arah kota Bondowoso, kita bisa berhenti di Jalan Raya Kecamatan Grujugan dan melihat penunjuk arah wisata ke P28. Setelah itu mengikuti jalan menuju desa Wonosari dan tetap melihat panduan menuju kesana.

Bila tak menggunakan kendaraan pribadi, wisatawan bisa memanfaatkan jasa ojek di jalan raya untuk mengantar ke tempat lokasi.  Jaraknya tidak terlalu jauh, membutuhkan waktu sekitar 30 menit untuk sampai ke pos pertama.

Setelah memasuki tempat parkir lalu membayar tiket Rp 5000, kita harus berjalan kaki mendaki bukit untuk sampai di puncak 28. Perjalanan itu penuh cerita dan tak akan terlupakan ketika sudah pulang. Sebab untuk menghilangkan lelahnya perjalanan, diisi dengan cerita santai.

Saat sampai di puncak pertama, saya harus berkata Wonderful Indonesia, banyak pedagang minuman berjejer di pinggir jalan.  Wisatawan  tak perlu khawatir bila kehausan.  Bila lelah, kita bisa istirahat di gubuk yang sudah disediakan. Bahkan ada spot foto dengan latar belakang gunung  yang menarik.

Kemudian, perjalanan dilanjutkan menaiki tangga cinta, diberi dengan nama itu karena pernah ada yang melangsungkan pernikahan setelah melewati tangga tersebut. Tangganya cukup tinggi dan menguras sedikit tenaga.

Di sela perjalanan, ada spot foto berbentuk love berwarna pink yang terbuat dari botol air mineral.  Perjalanan selanjutnya   berjumpa dengan halaman P28. Disana ada landmark berbentuk love dan gazebo nyaman di kelilingi panorama alam yang indah. Banyak wisatawan berkumpul istirahat di tempat ini sambil menghabiskan waktu untuk berfoto ria.


foto Bagus Supriadi: Tempat Untuk Istirahat dengan berbagai hiasan, seperti landmark love

Puas disana, perjalanan dilanjutkan menuju puncak 28 mendaki batu-batu besar. Melewati jalur ini harus berhati-hati karena cukup tingi. Sebelumnya, ada meja bundar berbentuk love untuk mengumpulan tenaga.

Perjalanan yang melelahkan itu akan terbayar dengan pemandangan indah yang istimewa. Sebab, saat berada di puncak, semua panorama bisa terlihat, mulai dari terasering dan lereng pegunungan argopuro. Bahkan tempat inilah yang paling menarik untuk swafoto sendri ata bersama orang yang dicintai.

Bila pengunjung masih memiliki tenaga yang kuat, bisa datang ke air terjun P28 yang ada dibawah. Perjalanannya sekitar satu kilo  dari  bawah puncak 28. Rasa lelah itu akan bertambah hilang jika mandi di air terjun dengan air yang bening ini.

Pesonah Kawah Wurung

Kawah Wurung terletak di Desa Curah Macan Kecamatan Sempol Kabupaten Bondowoso. Makna dari kawah wurung sendiri, atau disebut highland paradise adalah kawah yang belum jadi. Kawah ini memiliki pesona alam yang menakjubkan.

Wisata Kawah Wurung yang mempesona, banyak bukit teletubies disini

Hamparan padang savana yang hijau serta bukitnya yang indah menyejukkan mata. Perjalanan yang lelah serasa terobati ketika melihat eksotisme bukit ini. Wisatawan seperti tak percaya, Tuhan telah menciptakan kemegahan bukit  yang berada di dekat gunung Ijen.

Saat musim penghujan, hamparan savana itu akan menghijau, seperti bukit teletabis. Lalu pada musim kemarau warnanya berubah seperti dedaunan yang kering. Namun tetap menyajikan keindahan.

Perjalanan menuju tempat wisata tersebut sederhana dan mudah. Membutuhkan waktu sekitar dua jam dari kota Bondowoso menuju lokasi. Kendaraan bisa menggunakan sepeda motor dan mobil. Sebab, jalan bisa dilewati oleh dua kendaraan tersebut.

Memasuki Desa Sempol, suasana destinasi wisata sudah bisa dilihat. Mulai dari hamparan kopi yang luas. Bukit tinggi yang hijau, serta tempat penginapan dengan latar belakang pemandangan gunung ijen. Sebelum tiba di Kawah Wurung, para pengujung melewati jalur menuju puncak Megahsari.

Selain itu, hutan pinus menghias jalan, juga taman bunga di sepanjang jalan perkebunan Kalisat Jampit. Pemandangan itu memanjakan cukup memanjakan pandangan. Membuat mereka ingin berhenti sejenak untuk foto bersama.

Jalan tanjakan yang dilewati menjadikan perjalanan seperti sedang berpetualang. Apalagi ketika hendak menuju lokasi kawah wurung, jalannya cukup terjal dan  tanpa aspal.

Lalu, jangan kaget ketika melihat hamparan savana seluas 100 hektare ini dan hamparan ilalang yang melambai-lambai tersapu angin sepoi-sepoi. Disana, ada hempasan angin mulai terasa, jalan menuju bukit kawah wurung sudah tampak.

Bukitnya sangat menakjubkan, pemandangan yang memenjarakan mata. Menelusuri jalur di bukit kawah wurung, wisatawan bisa melihat betapa hamparan savana itu memang luas. Dari bukit ke bukit, dari ilalang menuju ilalang berikutnya. Tak heran, kawah wurung selalu menjadi incaran para pewarta foto atau komunitas fotografi.

Tempat ini cocok untuk berpetualang, karena banyak spot wisata dikawasa Kawah Wurung, seperti Gunung Ijen 

Pemandangan kawah wurung seperti tidak pernah habis, selalu ada tempat baru yang indah untuk dinikmati. Seperti atraksi para atlet paralayang yang terbang dari kawasan tersebut. Selain itu, para pecinta alam yang camping di highland paradise.

Seringkali, wisatawan menuju ke kawah wurung setelah datang dari kawah ijen. Saat badan sudah terasa lelah, karena menikmati berbagai sajian pariwisata, mereka tidak lupa untuk berendam di pemandian air panas blawan agar tubuh kembali segar. Setelah itu, mereka bisa melanjutkan perjalanan pulang.


Tulisan ini diikutkan lomba wonderful indonesia blog competition. yang ingin daftar silahkan klik disini

Lihat daftar wisata lainnya disini 
#WonderfulIndonesia





Comments