Wednesday, December 5, 2018

Galeri Yuyu Kayu, Karya Seni dari Limbah Kayu

Posted By: Bagus Supriadi - December 05, 2018

Share

& Comment





UNIK DAN BERNILAI: Wahyu Cahyo Adi saat berada di gallery miliknya. Beberapa karya seni itu dibuat sejak tahun 2010.

Sebuah rumah dengan ukuran delapan kali tujuh terlihat begitu klasik. Mulai dari pintu  jendela hingga dinding yang terbuat dari kayu. Beberapa seni ukir dengan berbagai macam dipajang di luar. Seperti kayu dengan bentuk ikan. 

Masuk ke dalam, suasana semakin klasik. Sebab, terdapat benda-benda antik yang menghiasi setiap dindingnya. Mulai dari lukisan hingga beberapa patung sederhana. “Ini hasil buatan sendiri semua,” kata  Wahyu Cahyo Adi, pemilik gallery yang berada di Jalan Tawangmangu Tegalgede ini.

Ada karya seni rupa dengan judul senja di atas tebing. Perpaduan lukisan yang menggabungkan bentuk kayu. Ada juga lukisan tentang ubur-ubur. Disebelahnya, ada patung unik berbentuk kucing. “Ini limbah yang awalnya mirip kucing, lalu saya poles sedikit,” tuturnya. 

Jiwa seni sudah dimiliki oleh Wahyu sejak masih kecil. Darah seni itu mengalir dari keluarganya yang juga pekerja seni. “Dasar seni sudah ada sejak dari dulu,” katanya ketika ditemui di gallery Yuyu Kayu.  Yuyu  sendiri diambil dari nama panggilannya ketika masih kecil.  

Saat menempuh pendidikan di SMPN 3 Jember, Wahyu selalu mendapat nilai yang tinggi pada mata pelajaran seni rupa. Begitu juga ketika melanjutkan studi di SMAN 2 Jember. “Ketika ada kegiatan,  dekorasi selalu kami buat,” ingatnya waktu itu. 

Kegiatan seni terus berlanjut di kampus Sekolah Tinggi Ilmu ekonomi Kucecwara Malang. Disana, Wahyu mengasah kemampuannya dengan bergabung di organisasi. Seni rupa menjadi kegiatan lain selain kuliah. “Pernah juga  ikut Pecinta alam hingga pencak silat,” tuturnya. 

Namun, kegitan seni berhenti saat sudah memasuki dunia kerja. Saat itu, dia tidak terpikir lagi untuk aktif dalam seni rupa. Namun, semua itu berubah ketika bisnis yang  dijalaninya berhubungan kayu bangunan. “Saat jual beli kayu ini saya kembali ke dunia seni rupa,” akunya. 

Ada banyak limbah kayu yang tidak terpakai. Akhirnya Wahyu mulai kembali pada dunia seni dengan mengolah limbah itu menjadi barang yang memiliki nilai seni. “Saya menjadikan limbah itu sebagai media menggambar, biasanya kanvas, tapi saya pakai kayu,” paparnya.

Manfaatkan L:imbah kayu menjadia karya seni yang berharga

Selain itu, beberapa kayu yang juga memiliki bentuk unik, Wahyu menjadikan kayu sebagai barang seni. Seperti membuatnya patung ikan, kucing burung dan lainnya. Setelah jadi, lalu dipajang. “Jumlahnya masih belum nyampe 100, apalagi sudah ada yang dijual,” tambahnya. 

Karya seni itu lebih akrab dikenal dengan sebutan driftwood. Dalam membuat lukisan, Wahyu merasa beraliran impresionis-ekspresionis. Yakni berkarya secara mendadak ketika inspirasi itu datang tiba-tiba. “Ketika terlitas ide, langsung saya aplikasikan,” tuturnya. 

Karya-karya yang dibuat oleh alumni SMAN 2 Jember itu terlihat simpel dan unik. Seperti bunga mawar yang terbuat dari rajutan benang ditambah dengan pot dari kayu yang dibuat artistik.

Kesenian itu, kata dia, merupakan ekspresi jiwa. Wahyu membuat karya seni yang terbatas. Tidak mudah didapatkan di tempat lain. Karya seni itu bisa dipajang di berbagai tempat, tak hanya rumah tapi juga kafe. 


Kembali ke dunia seni sejak tahun 2010 lalu

Karya seni rupa di Jember sendiri, kata dia, masih banyak yang cenderung ke aliran naturalis.  Sementara masih banyak tahapan yang harus dilalui. Seperti dari impresionis, ekspresionis hingga abstrak. 

Selain itu, para pelukis Jember juga perlu mengedukasi masyarakat tentang karya seni. Tujuannya untuk membangun pola pikir masyarakat melalui kebudayaan. “Hal ini harus dilakukan oleh para seniman, kalau bukan pelaku seni, ga akan bisa,” pungkasnya.

About Bagus Supriadi

Organic Theme. We published High quality Blogger Templates with Awesome Design for blogspot lovers.The very first Blogger Templates Company where you will find Responsive Design Templates.

0 komentar:

Post a Comment

Copyright © MERESAPI HARI

Designed by Templatezy