Skip to main content

Posts

Showing posts from November, 2018

Jadi ODHA Karena 200 Kali Ganti Pasangan

Kisah kelam ini tak ingin dialami oleh Richard, buka nama sebenarnya. Kerasnya hidup mengantarkannya pada pergaulan bebas. Bahkan menderita penyakit HIV/Aids di usia yang masih muda, 27 tahun.
Richard, pria asal Jember ini harus rutin mengkonsumsi pil setiap pukul 21.00 malam. Bila kehabisan obat, dia harus datang ke klinik VCT RS dr Soebandi. Begitulah rutinitasnya menjadi ODHA di Kabupaten Jember.
“Kadang juga pernah lupa tidak minum obat,” katanya ketika ditemui salah satu perumahan di Kebonsari. Pria dengan rambut keriting itu memiliki masa lalu yang kelam. Tentu dia tak ingin mengalami hal yang telah membuat masa depannya kelam. 
Dia berasal dari latar belakang keluarga yang rusak. Ibunya bercerai dan menjadi pembantu rumah tangga di luar kota. Bapaknya juga tidak ada. Terpaksa, dia harus kehilangan kasih sayang. “Saya tingggal dengan nenek yang bekerja sebagai buruh tani,” akunya. 
Masa kecilnya memang memprihatinkan. Sebab, dia kerap dibully oleh teman-teman hingga lingkungna sekit…

Santri buat Ecobricks, Kurangi Pencemaran Sampah Plastik

Bagi kamu yang pernah menempuh pendidikan di pesantren, sampah plastik menjadi persoalan yang cukup serius. Sebab, banyak makanan dan minuman yang dibeli dibungkus dengan plastik. Sampahnya kemudian ditumpuk lalu dibakar.
Lalu, bagaimana bila santri itu mencapai ribuan. Bayangkan, setiap hari ada ribuan sampah yang dikumpulkan dan dibakar. Tentu akan menimbulkan masalah baru di bidang lingkungan. Tak hanya polusi udara, namun juga menghasilan zat yang berbahaya bagi manusia.
Untuk itu, perlu solusi yang nyata guna mengatasi permasalahan ini. Sebab, jumlah pesantren tak sedikit. Jumlah santri beragam, mulai dari ratusan hingga ribuan. Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah memanfaatkan sampah plastik itu menjadi barang bermanfaat.
Seperti yang dilakukan oleh SantriPonpes Alfalah Desa Karangharjo Kecamatan Silo. Pesantren ini memiliki sekitar 1000 santri. Setiap tahunnya jumlah santri meningkat sebanyak 300. Selaman ini, sampah plastik tidak dikelola dengan baik, namun dibakar hingg…

Menakar Manfaat Dana Desa untuk Kesejahteraan Masyarakat

Desa harus jadi kekuatan ekonomi/agar warganya tak hijrah ke kota/sepinya desa adalah modal utama/untuk bekerja dan mengembangkan diri.
Penggalan lirik lagu Desa yang dinyanyikan Iwan Fals tersebut bukan kata-kata kosong. Namun, fenomena yang terjadi di pedesaan. Belum ada jaminan warga desa hidup sejahteran di tanah kelahirannya. Tak heran, mereka berbondong-bondong mengadu nasib ke kota, bahkan keluar negeri.
Misal,usai hari raya Iedul Fitri, banyak warga desa yang ikut merantau, meninggalkan tanah kelahiran. Sementara mereka tidak memiliki keterampilan kerja. Akhirnya di tanah rantau seringkali kebingungan dan bekerja serabutan.
Perlahan, persoalan itu ditangkap oleh pemerintahagar memberikan wadah bagi warga yang tidak memiliki pekerjaan. Harapannya, mereka tidak perlu lagi datang ke kota untuk mencari rejeki. Sebab kebutuhan ekonomi sudah terpenuhi di desa.
Dana desa yang diberikan oleh diberikan pemerintah menjadi secercah harapan kebangkitan desa. Pengelolaan yang benar akan mamp…