Tuesday, May 22, 2018

Pembangunan Keluarga Melalui Komunitas

Posted By: Bagus Supriadi - May 22, 2018

Share

& Comment



Foto-foto oleh Siti Waqiah: salah satu kegiatan komunitas teras pintar yang mendidik anak-anaknya secara bersama-sama

Memilih menjadi ibu rumah tangga bukan keputusan yang mudah. Sebab, banyak hal yang dipertaruhkan, terutama karir. Namun, hal itu dilakukan untuk membangun keluarga yang harmonis. Tentu saja, butuh wawasan yang luas agar bisa terwujud.

Pembangunan keluarga bisa dilakukan dengan semangat kebersamaan melalui komunitas. Seorang ibu perlu berbagi cerita tentang perkembangan kemajuan keluarganya. Terutama dalam mendidik anak. Kisah sukses itu peru dibagi agar menular pada keluarga yang lain.

Semangat kebersamaan dalam membangun keluarga itu muncul pada ibu-ibu di Perumahan Dharma Alam, Kelurahan Sempusari Kecamatan Kaliwates Kabupaten Jember. Mereka membentuk komunitas dengan nama teras pintar. Bukan untuk ngerumpi atau membicarakan orang lain, tetapi saling berbagi cerita tentang pembangunan keluarga.

Misal, menceritakan perkembangan anak mereka masing-masing. Bila ada masalah dalam mengasuh dan mendidik anak, mereka saling memberikan saran, kemudian dicoba agar masalah itu bisa diselesaikan.

Tak hanya itu, para anggota komunitas ini juga berkumpul untuk mendampingi anak-anak belajar. Mulai dari anak yang masih  berusia di bawah lima tahun (Balita) hingga di bangku sekolah dasar. Mereka bergantian mendidik dan mengarahkan anak-anak agar kreatif.

Selain bermain bersama, anak-anak juga belajar menggambar,  membaca, menulis, berdoa, serta berbagi pengalaman. Bahkan, juga diajari untuk membuat kerajinan dari barang bekas. Ibu dari setiap anak itu  wajib mendampingi anak agar tahu perkembangan anaknya.
Anak-anak mampu menyatukan keluarga lainnya dala satu perumahan, mereka membangun keluarga melalui kebersamaan

Komunitas teras pintar bermula dari obrolan para ibu rumah tangga ketika selesai memasak. Biasanya, mereka ngerumpi tentang apa saja yang dialami dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari mengasuh, mendidik anak, atau hal sederhana seperti menu masakan.

Dari perkumpulan itulah, ada kegelisahan bersama untuk saling berbagi pengalaman. Sebab, mayoritas dari mereka merupakan perempuan yang menempuh pendidikan tinggi. Ada yang sarjana strata satu, magister, dan lainnya. Namun, ketika menjadi ibu rumah tangga, ilmu yang diperoleh seakan nganggur.

Akhirnya aktivitas ngerumpi itu diarahkan pada kegiatan yang lebih positif. Yakni mendirikan Komunitas Teras Pintar, wadah penguatan edukasi bagi ibu dan anak. Tujuannya untuk membangun keluarga yang harmonis, mandiri dan sejahtera.

Semangat Kebersamaan Agar berkualitas

Persoalan utama dalam membangun keluarga yang berkarakter adalah teladan. Orang tua merupakan sekolah pertama bagi anak-anak. Bila orang tua mampu memberikan teladan yang baik. Maka anak-anaknya akan mengikuti, begitu juga sebaliknya.

Teladan itu dari berbagai aspek, spritual,  emosional dan intelektual. Orang tua dan lingkungan sekitar perlu mengajari anak-anaknya agar menjadi generasi yang religius, mampu mentransfromasikan nilai agama dalam kehidupan sehari-hari. Lalu, kemampuan emosional dan intelektual perlu dibangun dengan semangat keteladanan.

Untuk itulah, selain mengasuh anak, komunitas ini juga memperkuat karakter orang tua agar mampu menjadi teladan bagi anak-anaknya. Awalnya, banyak tetangga yang bersikap individualis di perumahan. Hal ini sudah menjadi kebiasaan karena kesibukan masing-masing. Mereka tidak peduli dengan perkembangan sekitar. Tak ada pembicaraan  akrab kecuali hanya tegur sapa saat berpapasan.

Orang tua menjadi madrasah pertama bagi anak-anaknya. Sehingga peran mereka sangat penting dalam pembangunan keluarga yang harmonis, sejahtera dan  mandiri. Kemampuan mereka dalam mengasuh anak harus terus diasah karena jaman terus berkembang.
Mendidik anak berkarater melalui cara mengembangkan kemampuan afektif dan psikomotorik


Pembangunan keluarga perlu dilakukan secara bersama, melalui tetangga atau warga sekitar. Sebab, semua keluarga memiliki kisah dan pengalaman yang berbeda. Membentuk komunitas merupakan cara termudah untuk untuk mewujudkan pembangunan keluarga.

Disana, mereka bisa menjalin silaturahmi, berkumpul dan berbagi pengalaman tentang permasalahan yang di hadapi. Misal, anak  susah makan, malas belajar, sulit berkomunikasi dan lainnya. Semua itu bisa menemukan jawaban setelah saling berbagi tips dan solusi.

Bahkan, kalaupun tidak menemukan solusi, melalui komunitas mereka bisa mendatangkan pembicara yang kompeten dalam kegiatan parenting. Sesuai dengan masalah yang tidak bisa dipecahkan. Misal di bidang kesehatan, mendatangkan pemateri pakar kesehatan.

Komunitas teras pintar bisa menjadi contoh dalam pembangunan keluarga. Setiap Selasa pagi, mereka  berkumpul dengan muka ceria. Memulai pertemuan dengan  membaca doa, dilanjutkan dengan belajar bersama, seperti mewarnai, menyusun angka, membaca, menulis, dan banyak media permainan lainnya.

Tak perlu biaya mahal, sebab  media yang dipakai dari bahan daur ulang, seperti tutup botol, kertas kardus, jepit rambut dan yang lain. Bahkan, perkumpulan itu juga membuahkan manfaat ekonomi. Orang tua juga saling berbagi tentang kegiatan ekonomi masing-masing. Misal, tak perlu keluar perumahan untuk membeli pulsa, sebab sudah ada warga yang menjual.

Dari komunitas itu, pintu lain terus terbuka, seperti bisnis moms. Ada sebagian ibu rumah tangga yang berbisnis, seperti menjual token atau pembayaran BPJS. Mereka dianjurkan untuk membeli  ke tetangga sendiri, membantu perekonomian tetangga.

Selain itu, Komunitas  juga terus mengembangkan kegiatan yang lain. Seperti, belajar menari bagi anak-anak yang sudah berumur di atas lima tahun.  Menyediakan  taman baca dan menyelenggarakan even tahunan, seperti lomba mendongeng.
Anak-anak belajar bersama, mengasah kemampuan sosial, berkomunikasi dan berinteraksi dengan temannya.


Bahkan, mereka juga meningkatkan peran ibu rumah tangga dalam berbagai bidang. Mulai dari pemahaman tentang hukum, kesehatan dan pendidikan. Caranya, mendatangkan narasumber yang berkompeten untuk berbagi.

Semangat Teras Pintar untuk memaksimalkan peran ibu rumah tangga dalam mendidik anak mendapat apresiasi. Semakin lama, banyak warga perumahan yang datang membawa anaknya. Mendampingi sang buah hati belajar dan membentuk karakter yang baik.

Meskipun hanya berlangsung dua jam per pertemuan, komunitas itu mampu memberikan kesadaran pada ibu rumah tangga tentang penting berbagi pengalaman mendidik anak. Tak hanya itu, juga saling menguatkan dan mendorong kemajuan yang lain.

Apa yang dilakukan oleh ibu-ibu rumah tangga melalui komunitas ini sejalan dengan tujuan pembangunan keluarga dalam UU Republik Indonesia No 52 tahun 2009 dalam pasal 4 bagian ketiga. Yakni untuk meningkatkan kualitas keluarga agar muncul rasa aman, tentram dan harapan masa depan yang lebih baik dalam mewujudkan kesejahteraan lahir dan batin.

About Bagus Supriadi

Organic Theme. We published High quality Blogger Templates with Awesome Design for blogspot lovers.The very first Blogger Templates Company where you will find Responsive Design Templates.

0 komentar:

Post a Comment

Copyright © MERESAPI HARI

Designed by Templatezy