Langsung ke konten utama

Latih Mahasiswa Quatum Learning

Kaliwates- Kompetensi yang dimiliki oleh para pelajar bisa dilejitkan dengan  berbagai cara. Salah satunya melalui metode Islamic Quantum Learning. Para mahasiswa Prodi Pendidikan Agama islam Pascasarjana IAIN Jember dilatih metode itu oleh Ketua dewan pakar asosiasi Psikologi Islam di aula Pascasarjana kemarin (20/4)

MENERANGKAN: Prof Dr Abdul Mujib, MA saat menjadi pemateri di aula Pascasarjana IAIN Jember


“Manusia memiliki potensi yang unggul, dia merupakan makhluk pilihan,” kata Prof Dr Abdul Mujib, MA saat menjadi pemateri. Menurut dia, manusia pilihan dari 250 juta sel sperma. Tentu pilihan itu merupakan yang paling baik dibanding lainnya.

Potensi yang perlu dikembangkan mulai dari jasmani dan rohani. Quantum learning merupakan salah satua cara dalam mengembangkan potensi, mengaktualkan potensi. “Cara agar murid memperoleh pengetahuan secara lompat, sehingga pengetahaun didapat dengan tempat dan cepat,” paparnya.

Quantum learning, lanjut dia, merupakan pemercepatan belajar bisa dicapai dengan beberapa syarat. Salah satunya IQ harus diatas 130. Kemudian, kreatif dan memiliki komitmen tugas. “Kreatif yakni  kemampuan menghasilkan gagasan,” imbuhnya,

Seorang guru harus mampu mengaktualisasikan potensi muridnya. Terutama dalam mengoptimalkan otak kanan dan otak kiri manusia. “Quantum learning, melibatkan otak kanan melalui penajaman instuisi. Menggabungkan kemampuan otak kanan dan kiri,” jelas Dekan fakultas psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu.

Selama ini, lanjut dia, yang digunakan oleh manusia hanya pada otak kiri, tanpa otak kanan. Padahal, Otak kanan dapat meningkatkan kecerdasan emosional, kesadaran diri, kendali diri, motivasi cinta dan empati serta seni. “Dalam proses belajar harus melibatkan cinta,” tuturnya.



Kemudian, lanjut dia, kinerja pelajar meliputi kemampuan, kemauan dan kesempatan. Kemauan bisa mengalahkan segalanya.  Dalam proses belajar juga diperlukan kesabaran. “Pentingnya sabar, bagian dari otak kanan. Puasa berkotribusi 50 persen meraih kesabaran,” ungkapnya.

Quantum learning, lanjut dia, menjadi seperangkat metode dan falsafah dalam belajar. Tujuannya  mengubah energi menjadi cahaya. “Cahaya ilmu tidak bisa masuk pada orang  yang bermaksiat,” pungkasnya
x

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Merawat Tanaman dengan Hati, Wujudkan Kampung Berseri

Ketekunan Dewi Purnamasari Merawat Tanaman Hias

Tanaman bunga tak hanya indah dipangan di mata. Namun juga menjadikan suasana hati lebih ceria. Untuk itulah, potensi ini dikembangkan oleh Dewi di rumahnya. 



Di belakang rumahnya, di Jalan Argopuro 1 Desa/Kecamatan Arjasa. Tanaman hias tersusun rapi menggunakan rak. Tetesan sisa air hujan masih berjatuhan dari daunnya. Membuatnya tanaman itu semakin terlihat segar.
Jumlah bunga hias dengan berbagai jenis mencapai ribuan. Layaknya sebuah kebun yang setiap hari harus dirawat dengan baik. Lorong jalan menuju kebun melewati lahan parkir miliknya. Lalu, halaman hijau akan langsung terlihat di belakang rumahnya. 
Di sisi pinggir, terpajang berbagai jenis kaktus kecil hingga besar yang sudah dikemas dalam sebuah pot. Seperti kaktus mini cereus tetragonus, Echinocactus grusoni, Haworthia attenuate, melocatus dan lainnya. Semua jenis kaktus itu dirawat dengan sabar oleh Dewi.


Tak hanya kaktus, namun berbagai jenis tanaman aglonema juga ada disana. Mulai dari jenis aglonema Moonlight, Bidadari,…

Peran Pesantren Terhadap Masyarakat

Pendahuluan
Pesantren sebagaimana di definisikan oleh Gus Dur adalah sub-kultur yang memiliki keunikan tersendiri, dengan sistem monarki yang tidak terpengaruh oleh sesuatu yang ada diluar pesantren. Beberapa hal yang menjadikan pesantren sebagai sub-kultur dan unik adalah; pola kepemimpinan didalamnya yang berada di luar kepemimpinan desa. Literatur universalnya yang terus terpelihara selama berabad-abad, dan sistem nilainya sendiri yang terpisah dari yang diikuti oleh masyarakat luas. [1]             Mendiskusikan  peran pesantren terhadap masyarakat sekitarnya bisa dilihat ditinjau dari berbagai  aspek. Pertama,   dikaji dari historis pesantren itu sendiri. Sebab kajian pengaruh dan peran pesantren terhadap masyarakat merupakan diskusi yang tidak boleh lepas dari kesadaran historis, bagaimana awal mula pesantren ada dan berdiri di Indonesia. Kedua, pesantren selain sebagai tempat mencari ilmu agama, tafaqquh fi ad din  juga merupakan tempat pengkaderan bagi para muballigh dalam menye…