Langsung ke konten utama

Tujuh Bidadari di Rowosari

Di Dusun Gerdu, Desa Rowosari, Kecamatan Sumberjambe, terdapat tujuh air terjun yang masih sangat alami. Bahkan, hampir tidak terjamah oleh masyarakat, kecuali warga sekitar. Suasana alam yang masih perawan itu, menjadi surga bagi para petualang.

Perjalanan menelusuri tujuh air terjun Rowosari penuh dengan tantangan, berkunjung ke tempat ini lebih baik rame-rame

Setelah menghabiskan waktu sekitar satu jam dari kota Jember, kemudian menaiki jalan setapak, menuruni bukit curam, tanpa tangga dan pengaman, Oktavina merasa lega ketika tiba di air terjun Rowosari.


Dia  disambut oleh suara air yang jatuh dari ketinggian sekitar delapan meter di sisi kiri, gemericik aliran sungai yang jernih serta hijaunya pepohonan yang tinggi menjulang. “Hawanya sangat sejuk dan suasananya indah,” kata Vina.

Di lokasi air terjun pertama, Vina bersama temannya selfie bersama. Bahkan, setiap sudut lokasi, selalu ada tempat yang bagus untuk mengabadikan dalam bentuk gambar atau video.
Setelah cukup puas, mereka melanjutkan perjalanan menuju air terjun kedua. Tak mudah, karena harus melawan arus aliran sungai menuju sumber mata air. Bebatuan yang menghadang di tengah jalan, tidak menjadi hambatan.

Justru menjadi tantangan untuk mencapai air terjun selanjutnya. Perjalanan terasa lebih lama, mereka berhenti sejenak untuk foto bersama dengan latar belakang bebatuan besar yang menghadang jalan.

Tak hanya bebatuan, ada juga pepohonan tua roboh termakan usia di tengah sungai. Hal memicu adrenalin untuk menaklukkan air terjun kedua. Sebab, semakin masuk ke dalam, suasana semakin menantang dengan pemandangan yang selalu baru.
Salah satu air terjun yang dicapai, air terjun nomor empat, masih ada tiga air terjun lagi

Misal, bukit yang penuh lumut dan air menetes dari atasnya. Jika dilihat dari kejauhan, tetasan air itu seperti cahaya lampu hias berwarna putih. Gerimis yang membasahi kulit sedikit menyegarkan tubuh.

Sekitar delapan menit, Vina sampai di air terjun kedua, disuguhi air terjun yang mengalir dari ketinggian sekitar sepuluh meter. Airnya lebih deras dibanding sebelumnya. Perjalanan menuju air terjun ketiga dan ke empat tidak jauh berbeda.

Hanya saja selalu ada suasana baru dengan tantangan yang berbeda. Karena setiap jalan yang dilalui, selalu ada tempat indah untuk singgah.

Dibanding yang lain, air terjun ke empat mengalir sangat deras, suaranya keras. Sayangnya, untuk mencapai air terjun selanjutnya, kelima hingga ketujuh, tidak bisa dijangkau. Karena ada bukit tinggi yang harus dinaiki. “Kalau ada tali bisa sebenarnya,” tambah Suharyono, warga sekitar.

Istirahat sejenak, ambil foto. semua spot di alam ini sangat menarik untuk diabadikan karena sangat alami

Perjalanan kembali ke air terjun pertama terasa lebih ringan dan tenang. Hati merasa puas meskipun tidak mencapai air terjun ke tujuh. “Kalau berpetualang kesini, jangan di musim hujan, meskipun tidak banjir, tapi pepohonan bisa roboh,”sarannya. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Merawat Tanaman dengan Hati, Wujudkan Kampung Berseri

Ketekunan Dewi Purnamasari Merawat Tanaman Hias

Tanaman bunga tak hanya indah dipangan di mata. Namun juga menjadikan suasana hati lebih ceria. Untuk itulah, potensi ini dikembangkan oleh Dewi di rumahnya. 



Di belakang rumahnya, di Jalan Argopuro 1 Desa/Kecamatan Arjasa. Tanaman hias tersusun rapi menggunakan rak. Tetesan sisa air hujan masih berjatuhan dari daunnya. Membuatnya tanaman itu semakin terlihat segar.
Jumlah bunga hias dengan berbagai jenis mencapai ribuan. Layaknya sebuah kebun yang setiap hari harus dirawat dengan baik. Lorong jalan menuju kebun melewati lahan parkir miliknya. Lalu, halaman hijau akan langsung terlihat di belakang rumahnya. 
Di sisi pinggir, terpajang berbagai jenis kaktus kecil hingga besar yang sudah dikemas dalam sebuah pot. Seperti kaktus mini cereus tetragonus, Echinocactus grusoni, Haworthia attenuate, melocatus dan lainnya. Semua jenis kaktus itu dirawat dengan sabar oleh Dewi.


Tak hanya kaktus, namun berbagai jenis tanaman aglonema juga ada disana. Mulai dari jenis aglonema Moonlight, Bidadari,…

Peran Pesantren Terhadap Masyarakat

Pendahuluan
Pesantren sebagaimana di definisikan oleh Gus Dur adalah sub-kultur yang memiliki keunikan tersendiri, dengan sistem monarki yang tidak terpengaruh oleh sesuatu yang ada diluar pesantren. Beberapa hal yang menjadikan pesantren sebagai sub-kultur dan unik adalah; pola kepemimpinan didalamnya yang berada di luar kepemimpinan desa. Literatur universalnya yang terus terpelihara selama berabad-abad, dan sistem nilainya sendiri yang terpisah dari yang diikuti oleh masyarakat luas. [1]             Mendiskusikan  peran pesantren terhadap masyarakat sekitarnya bisa dilihat ditinjau dari berbagai  aspek. Pertama,   dikaji dari historis pesantren itu sendiri. Sebab kajian pengaruh dan peran pesantren terhadap masyarakat merupakan diskusi yang tidak boleh lepas dari kesadaran historis, bagaimana awal mula pesantren ada dan berdiri di Indonesia. Kedua, pesantren selain sebagai tempat mencari ilmu agama, tafaqquh fi ad din  juga merupakan tempat pengkaderan bagi para muballigh dalam menye…