Raih Juara Satu Kemenkes RI Award

Tulis Lansia, Karya Bagus Jadi Yang Terbaik 
Wartawan Jawa Pos Radar Jember, Bagus Supriadi saat menerima penghargaan dari Menteri Kesehatan RI  Prof Dr dr Nila F Moeloek di Jakarta.

JAKARTA  - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan wartawan Jawa Pos Radar Jember. Bagus Supriadi, baru-baru ini berhasil meraih juara lomba karya tulis jurnalistik Kementerian Kesehatan RI 2017. Lomba itu diikuti oleh berbagai wartawan media cetak, radio dan fotografer. 

Dalam event kelas nasional tersebut, Bagus berhasil meraih juara satu. Sedangkan juara dua diraih oleh wartawan Republika dan juara tiga diraih oleh wartawan Kompas. Tema yang diangkat dalam lomba tersebut tentang gerakan masyarakat hidup sehat (Germas). Bagus menulis gerakan hidup sehat yang dilakukan oleh para lansia di Jember.

Penganugerahan kepada pemenang langsung dilakukan Menteri Kesehatan RI,  Prof Dr dr Nila F Moeloek, pada acara Forum Tematik Bakohumas Kemenkes. Sebelum penganugerahan, para pemenang diajak melihat tempat-tempat menarik di lingkungan Kemenkes, seperti taman obat, National Command Center (NCC) 119 atau pusat pengaduan dan lainnya.

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Oscar Primadi saat menemui para peraih penghargaan tersebut mengatakan gerakan masyarakat hidup sehat itu perlu menggandeng berbagai kalangan, terutama media. Sehingga bisa tersampaikan pada masyarakat luas. "Kami mengajak semua masyarakat juga terlibat," terangnya.
para juara jurnalistik award Kemenkes RI 2017


Lomba karya jurnalistik tersebut tak hanya untuk media cetak, tetapi juga radio dan fotografer. Kategori radio juara satu diraih oleh radio Mayangkara Blitar, juara dua oleh i-radio Jakarta dan juara tiga star radio Jogjakarta. "Kategori radio baru pertama kali diadakan, peserta cetak 251 karya tulis, radio 10 peserta dan 600 karya fotografi," tambahnya. 

Sementara itu, Menteri Kesehatan RI  Prof Dr dr Nila F Moeloek dalam sambutannya menjelaskan, fakta kesehatan, penyakit tidak menular meningkat tajam. Padahal penyakit ini dapat dicegah, tetapi masyarakat umumnya masih belum menerapkan hidup sehat, sehingga penyakit hipertensi, stroke dan gula masih tetap tinggi. "Kita ini negara tropis, banyak sayuran dan buah tumbuh. Rasanya enak dan menyegarkan. Semua ada dan tumbuh di Indonesia. Harusnya kita bersyukur dengan banyak makan buah dan sayur",  katanya.

Menurut dia, warga harus segera berubah cara pandang, tidak banyak makan enak, sate, duren yang akan menyebabkan banyak masyarakat jatuh sakit karena salah  makan. "Seharusnya kita menjadi masyarakat yang siap makan  makanan sehat, bukan makanan enak. Sehingga kita akan menjadi manusia yang sehat", ujarnya.


Menkes juga berharap kepada Kemenkominfo untuk membantu mengampanyekan gerakan masyarakat hidup sehat secara terencana dan terus menerus. "Gerakan masyarakat hidup sehat harus terus dikampayekan, sepertinya sampai mati, karenanya tetap terus menyadarkan masyarakat untuk hidup sehat", ujarnya.

Sekretaris Jenderal Kemenkes, dr Untung Suseno Sutarjo M.Kes mengatakan kegiatan yanh melibatkan seluruh humas itu untuk mensosialisasikan gerakan masyarakat hidup sehat (Germas) kepada seluruh humas Kementerian dan Lembaga. Diharapkan seluruh humas dapat mendorong sosialisasi gerakan masyarakat hidup sehat kepada karyawan di lingkungan kerja dan masyarakat luas.

Dalam kesempatan ini Ketua Bakohumas, sekaligus Dirjen Infomasi dan Komunikasi Publik, Dra Rosalita Niken Widyastuti MSi menyatakan pentingnya hidup sehat bagi semua rakyat Indonesia. Humas Kementerian dan Lembaga mempunyai banyak kanal yang dapat digunakan untuk mengampayekan gerakan hidup sehat melalui narasi tunggal kementerian kesehatan. 


"Saat ini kami sudah mengkampayekan germas, stunting dan informasi kesehatan lainnya ke seluruh masyarakat Indonesia melalui web Kominfo, RRI dan Dinas Kominfo seluruh Indonesia", ujar Ketua Bakohumas. Menurutnya, selain desiminasi, Kemenkominfo juga memerlukan informasi yang lengkap terkait dengan kesehatan untuk disebarluaskan kepada masyarakat, sehingga informasi yang salah atau hoax dapat diminimalkan.

Comments