Langsung ke konten utama

Eksotisme Bukit Kawah Wurung

Kawah Wurung terletak di Desa Curah Macan Kecamatan Sempol Kabupaten Bondowoso. Makna dari kawah wurung sendiri, atau disebut highland paradise adalah kawah yang belum jadi. Kawah ini memiliki pesona alam yang menakjubkan.
satu kata untuk Kawah Wurung "Wow"  semua tempat cocok untuk swafoto

Hamparan padang savana yang hijau serta bukitnya yang indah menyejukkan mata. Perjalanan yang lelah serasa terobati ketika melihat eksotisme bukit ini. Wisatawan seperti tak percaya, Tuhan telah menciptakan kemegahan bukit  yang berada di dekat gunung Ijen.

Saat musim penghujan, hamparan savana itu akan menghijau, seperti bukit teletabis. Lalu pada musim kemarau warnanya berubah seperti dedaunan yang kering. Namun tetap menyajikan keindahan.

Perjalanan menuju tempat wisata tersebut sederhana dan mudah. Membutuhkan waktu sekitar dua jam dari kota Bondowoso menuju lokasi. Kendaraan bisa menggunakan sepeda motor dan mobil. Sebab, jalan bisa dilewati oleh dua kendaraan tersebut.
Semakin seru dengan latar yang sedap di pandang

Memasuki Desa Sempol, suasana destinasi wisata sudah bisa dilihat. Mulai dari hamparan kopi yang luas. Bukit tinggi yang hijau, serta tempat penginapan dengan latar belakang pemandangan gunung ijen. Sebelum tiba di Kawah Wurung, para pengujung melewati jalur menuju puncak Megahsari.

Selain itu, hutan pinus menghias jalan, juga taman bunga di sepanjang jalan perkebunan Kalisat Jampit. Pemandangan itu memanjakan cukup memanjakan pandangan. Membuat mereka ingin berhenti sejenak untuk foto bersama.

Jalan tanjakan yang dilewati menjadikan perjalanan seperti sedang berpetualang. Apalagi ketika hendak menuju lokasi kawah wurung, jalannya cukup terjal dan  tanpa aspal.

Lalu, jangan kaget ketika melihat hamparan savana seluas 100 hektare ini dan hamparan ilalang yang melambai-lambai tersapu angin sepoi-sepoi. Disana, ada hempasan angin mulai terasa, jalan menuju bukit kawah wurung sudah tampak.
Akting seperti dalam sebuah film, Kawah Wurung sudah sering masuk TV

“Bukitnya sangat menakjubkan, pemandangang yang memenjarakan mata,” Anelisa Lesmana, wisatawan asal Surabaya. Disana, dia mengabadikan momentum indah itu dengan berfoto bersama, bahkan seperti tak pernah puas, setiap sudut selalu menjadi tempat yang asik untuk foto selfie.

Menelusuri jalur di bukit kawah wurung, wisatawan bisa melihat betapa hamparan savana itu memang luas. Dari bukit ke bukit, dari ilalang menuju ilalang berikutnya. Tak heran, kawah wurung selalu menjadi incaran para pewarta foto atau komunitas fotografi.
coba mejeng gaya lama dengan latar belakang Kawu

Setiap hari libur, kawah wurung tak pernah sepi dari wisatawan, mulai dari anak muda yang sedang menikmati asmaranya, keluarga yang memanfaatkan waktu senggangnya serta calon pengantin baru yang sedang foto prewedding.

Pemandangan kawah wurung seperti tidak pernah habis, selalu ada tempat baru yang indah untuk dinikmati. Seperti atraksi para atlet paralayang yang terbang dari kawasan tersebut. Selain itu, para pecinta alam yang camping di highland paradise.

Pengembangan kawah wurung memang tidak lama, sekitar tahun 2015 lalu. Namun, begitu masyarakat tau tentang keindahan alam ini, mereka menyerbu seperti semut merasakan aroma gula, datang bergiliran tanpa henti.

Untuk itulah, pemerintah Kabupaten Bondowoso bersama Perum Perhutani Kesatuan Pemangku Harapan (KPH) Bondowoso bekerja sama untuk mengembangkan potensi wisata tersebut. Sebab, jalan ke kawah wurung juga satu jalur menuju kawah ijen.

Serunya kalau rame-rame datang ke wisata ini

Sehingga, sarana bangunan shelter, gazebo, parkir dan toilet dibangun. Begitu juga dengan arena permainan anak, sepeda gunung , ATV dan camping ground.  Harapannya wisatawan tidak hanya menikmati pemandangan, tetapi ada aktivitas.

Wisatawan  bisa menikmati berbagai objek wisata di Kecamatan Sempol, Bondowoso. Seperti Kebun Kopi Kalisat Jampit, kebun strawberi, guest house, air terjun blawan dan lainnya. Semua tempat wisata itu ada dalam satu lokasi. 

Seringkali, wisatawan menuju ke kawah wurung setelah datang dari kawah ijen. Saat badan sudah terasa lelah, karena menikmati berbagai sajian pariwisata, mereka tidak lupa untuk berendam di pemandian air panas blawan agar tubuh kembali segar. Setelah itu, mereka bisa melanjutkan perjalanan pulang.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Peran Pesantren Terhadap Masyarakat

Pendahuluan
Pesantren sebagaimana di definisikan oleh Gus Dur adalah sub-kultur yang memiliki keunikan tersendiri, dengan sistem monarki yang tidak terpengaruh oleh sesuatu yang ada diluar pesantren. Beberapa hal yang menjadikan pesantren sebagai sub-kultur dan unik adalah; pola kepemimpinan didalamnya yang berada di luar kepemimpinan desa. Literatur universalnya yang terus terpelihara selama berabad-abad, dan sistem nilainya sendiri yang terpisah dari yang diikuti oleh masyarakat luas. [1]             Mendiskusikan  peran pesantren terhadap masyarakat sekitarnya bisa dilihat ditinjau dari berbagai  aspek. Pertama,   dikaji dari historis pesantren itu sendiri. Sebab kajian pengaruh dan peran pesantren terhadap masyarakat merupakan diskusi yang tidak boleh lepas dari kesadaran historis, bagaimana awal mula pesantren ada dan berdiri di Indonesia. Kedua, pesantren selain sebagai tempat mencari ilmu agama, tafaqquh fi ad din  juga merupakan tempat pengkaderan bagi para muballigh dalam menye…

Ketekunan Dewi Purnamasari Merawat Tanaman Hias

Tanaman bunga tak hanya indah dipangan di mata. Namun juga menjadikan suasana hati lebih ceria. Untuk itulah, potensi ini dikembangkan oleh Dewi di rumahnya. 



Di belakang rumahnya, di Jalan Argopuro 1 Desa/Kecamatan Arjasa. Tanaman hias tersusun rapi menggunakan rak. Tetesan sisa air hujan masih berjatuhan dari daunnya. Membuatnya tanaman itu semakin terlihat segar.
Jumlah bunga hias dengan berbagai jenis mencapai ribuan. Layaknya sebuah kebun yang setiap hari harus dirawat dengan baik. Lorong jalan menuju kebun melewati lahan parkir miliknya. Lalu, halaman hijau akan langsung terlihat di belakang rumahnya. 
Di sisi pinggir, terpajang berbagai jenis kaktus kecil hingga besar yang sudah dikemas dalam sebuah pot. Seperti kaktus mini cereus tetragonus, Echinocactus grusoni, Haworthia attenuate, melocatus dan lainnya. Semua jenis kaktus itu dirawat dengan sabar oleh Dewi.


Tak hanya kaktus, namun berbagai jenis tanaman aglonema juga ada disana. Mulai dari jenis aglonema Moonlight, Bidadari,…

Inspirasi Pengusaha Bibit Buah yang Sukses

Bekerja sesuai hobi memang terasa menyenangkan. Apalagi sampai meraih kesuksesan. Yusron mengalami hal itu, meskipun harus berkorban meninggalkan bangku kuliah pada 2011 lalu.
Hamparan bibit buah di belakang rumah Yusron Ismail berjejer rapi. Mulai dari berbagai jenis bibit durian, sawo, bahkan juga jenis buah langka dari Amerika Latin seperti Mamesapote, yaknijenis mangga ukuran besar warna cerah. Jumlahnya mencapai puluhan ribu. Bibit itu dirawat dengan baik.
Disana, tampak para perempuan memakai caping sedang bekerja. Ada yang menyiram bibitnya. Ada yang memasang bibit ke dalam bungkus pot plastik. Lalu meletakkannya dengan rapi.
Di Jalan Sumberejo Desa Umbulsari, Yusron mempekerjakansekitar 28 orang. Mereka mencari rejeki dengan mengelola bibit tanaman yang diberi nama Getas Merah Umbulsari (GMU). “GMU itu nama dari usaha pertama, bibit jambu yang membuat sukses,” kata Yusron.
Pria kelahiran Jember16 oktober 1991itu memulai bisnis bibit tanaman sejak tahun 2010 lalu. Semua beraw…