Skip to main content

Posts

Showing posts from December, 2017

Pantai Nanggelan, Surga Yang Tersembunyi

Gemuruh ombak pantai Nanggelan seperti memanggil para petualang. Deburan ombaknya terdengar begitu keras, hempasan angin terasa menyentuh kulit. Namun untuk mencapainya, kita perlu berjalanmelewati rute setapak yang terjal mendaki.
Pantai Nanggelan seperti surga  tersembunyi di Dusun Blater Desa Curahnongko Kecamatan Tempurejo. Sebab, tak semua orang mengetahui dan menjamah tempat tersebut. Hanya kalangan tertentu yang datang  menikmati pesona alamnya yang eksotis.
Tak ada jalan mulus, penunjuk arah yang jelas atau guide yang akan membimbing menuju Nanggelan. Kita bisa melewatinya dari jalur terdekat, yakni Desa Sumberejo Kecamatan Ambulu. Dari pusat kota, perjalanan sekitar satu jam.
Sampai di desa tersebut, kendaraan roda empat harus berhenti karena tidak bisa melewati jembatan ungkalan sekitar 200 meter. Hanya kendaraan roda dua yang  bisa melewati jembatan tersebut. Setelah itu, kita akan bertemu dengan hutan jati miliki Perum Perhutani.

Menelusuri pepohonan itu tidak mudah, sebab ba…

Raih Juara Satu Kemenkes RI Award

Tulis Lansia, Karya Bagus Jadi Yang Terbaik
JAKARTA- Prestasi membanggakan kembali ditorehkan wartawan Jawa Pos Radar Jember. Bagus Supriadi, baru-baru ini berhasil meraih juara lomba karya tulis jurnalistik Kementerian Kesehatan RI 2017. Lomba itu diikuti oleh berbagai wartawan media cetak, radio dan fotografer.
Dalam event kelas nasional tersebut, Bagus berhasil meraih juara satu. Sedangkan juara dua diraih oleh wartawan Republika dan juara tiga diraih oleh wartawan Kompas. Tema yang diangkat dalam lomba tersebut tentang gerakan masyarakat hidup sehat (Germas). Bagus menulis gerakan hidup sehat yang dilakukan oleh para lansia di Jember.
Penganugerahan kepada pemenang langsung dilakukan Menteri Kesehatan RI,  Prof Dr dr Nila F Moeloek, pada acara Forum Tematik Bakohumas Kemenkes. Sebelum penganugerahan, para pemenang diajak melihat tempat-tempat menarik di lingkungan Kemenkes, seperti taman obat, National Command Center (NCC) 119 atau pusat pengaduan dan lainnya.
Kepala Biro Komunikas…

Reinkarnasi Dewi Rengganis di Glingseran

Wisata Rengganis di Desa Glingseran Kecamatan Wringin semanis nama sang dewi. Meskipun masih seumur jagung, namun sudah menjadi destinasi wisata yang ramai dikunjungi.Panorama alam terasering, sungai yang membentuk air terjun menjadi pemikat para pelancong.

Berkunjung ke tempat ini cukup mudah, dari arah kota Bondowoso, kita menuju jalur ke Surabaya arah arak-arak. Kemudian berhenti sebelum Koramil Wringin lalu menuju Desa Glingseran, perjalanan menuju tempat ini sekitar 20 menit.
Saat tiba di lokasi, hamparan sawah begitu luas. Setelah membayar tiket Rp 4000, kita akan berjalan di pingir sawah menuju tempat pemandian Dewi Rengganis. Perjalanan ini cukup menarik karena kita seperti sedang bersatu dengan alam.

Farelia, wisatawan asal Probolinggo memilih berkunjung ke destinasi ini setelah mendapat informasi dari media sosial. Dia mengajak keluarganya untuk melihat keindahan alam Bondowoso. Sehingga bisa menghilangkan penat dari kejenuhan suasana kota.
Glingseran sendiri sekarang menjadi d…

Bukit Cinta di Puncak 28

Berkunjung ke wisata alam P28 benar-benar memberikan pengalaman yang tak terlupakan. Nuansa alam yang natural sangat terasa saat menuju lokasi ini. deretan pohon pinus miliki dan kebun kopi milik perhutani berbaris rapi. Tangga demi tangga kita lewati untuk mencapai puncak.

Wisatawan menyebut destinasi ini sebagai  puncak 28, ada juga yang menyebutnya dengan Patirana 28. Istilah 28 dipakai seiring dengan peresmian pertama tempat wisata tersebut, yakni pada 28 Agustus 2016. Umurnya  masih baru satu tahun, tetapi pengunjungnya sudah diluar prediski.
Dipuncak bukit ini, terdapat beberapa landmark love. Maka tak heran bila ada yang menyebutnya sebagai puncak bukit cinta. Bahkan ada yang melangsungkan pernikahan setelah berkunjung ke tempat ini.
Sovi Tuharea, perempuan asal Jember yang bekerja di Jakarta mengajak teman-temannya untuk berlibur ke P28. Dia membawa empat temannya.  Foto-foto P28  di instagram  yang menarik membuatnya memilih Bondowoso sebagai tujuan berlibur.

Tak sulit untuk men…

Eksotisme Bukit Kawah Wurung

Kawah Wurung terletak di Desa Curah Macan Kecamatan Sempol Kabupaten Bondowoso. Makna dari kawah wurung sendiri, atau disebut highland paradise adalah kawah yang belum jadi. Kawah ini memiliki pesona alam yang menakjubkan.
Hamparan padang savana yang hijau serta bukitnya yang indah menyejukkan mata. Perjalanan yang lelah serasa terobati ketika melihat eksotisme bukit ini. Wisatawan seperti tak percaya, Tuhan telah menciptakan kemegahan bukit  yang berada di dekat gunung Ijen.

Saat musim penghujan, hamparan savana itu akan menghijau, seperti bukit teletabis. Lalu pada musim kemarau warnanya berubah seperti dedaunan yang kering. Namun tetap menyajikan keindahan.

Perjalanan menuju tempat wisata tersebut sederhana dan mudah. Membutuhkan waktu sekitar dua jam dari kota Bondowoso menuju lokasi. Kendaraan bisa menggunakan sepeda motor dan mobil. Sebab, jalan bisa dilewati oleh dua kendaraan tersebut.
Memasuki Desa Sempol, suasana destinasi wisata sudah bisa dilihat. Mulai dari hamparan kopi yan…

Pesona Air Terjun Gunung Rayap

Kesegaran dan kejernihan air terjun gunung rayap mampu menghilangkan lelahnya perjalanan menuju kesana. Air yang jernih dan deras, cukup dalam serta luas membuat pengunjung ingin melompat, menceburkan tubuh dan menikmatinya.


Ada yang mengatakan, air terjun itu beralamatkan di Desa Kemuning Lor Kecamatan Arjasa dengan sebutan air terjun gunung rayap. Namun, sebagian warga lain memberinya menjamainya air terjun anugrah dan berada di lokasi Dusun Krajan Desa Klungkung Kecamatan Sukorambi.

Terlepas dari itu, perjalanan dari kota menuju air terjun cukup ditempuh sekitar satu jam setengah dengan jarak 16 kilometer. Ketika memasuki Kebun renteng milik PTPN XII, jalan magadam menjadi tantangan tersendiri untuk dilewati.

Kiki Wulandari, Duta Wisata Jember berangkat dari kota Jember sekitar pukul 08.00 pagi, tiba di kebun renteng hanya ditempuh 30 menit. Kemudian menyusuri jalan berbatu hingga ke air terjun sekitar satu jam dengan jarak tempuh sekitar enam kilometer.

Di sepanjang jalur menuju air t…

Tujuh Bidadari di Rowosari

DiDusun Gerdu, Desa Rowosari, Kecamatan Sumberjambe, terdapat tujuh air terjun yang masih sangat alami. Bahkan, hampir tidak terjamah oleh masyarakat, kecuali warga sekitar. Suasana alam yang masih perawan itu, menjadi surga bagi para petualang.


Setelah menghabiskan waktu sekitar satu jam dari kota Jember, kemudian menaiki jalan setapak, menuruni bukit curam, tanpa tangga dan pengaman, Oktavina merasa lega ketika tiba di air terjun Rowosari.

Dia  disambut oleh suara air yang jatuh dari ketinggian sekitar delapan meter di sisi kiri, gemericik aliran sungai yang jernih serta hijaunya pepohonan yang tinggi menjulang. “Hawanya sangat sejuk dan suasananya indah,” kata Vina.

Di lokasi air terjun pertama, Vina bersama temannya selfie bersama. Bahkan, setiap sudut lokasi, selalu ada tempat yang bagus untuk mengabadikan dalam bentuk gambar atau video. Setelah cukup puas, mereka melanjutkan perjalanan menuju air terjun kedua. Tak mudah, karena harus melawan arus aliran sungai menuju sumber mata a…

Cinta Rupiah Lahir Batin

20 tahun yang lalu, bisa mendapatkan uang Rp 1000 untuk sangu pergi ke sekolah sangat berharga. Sebab, tak mudah untuk memperoleh uang tersebut. Saat itu, uang jajan masih Rp 100 hingga Rp 500. Uang sejumlah itu, sudah bisa membeli berbagai makanan di sekolah.
Kala itu, aku kerap memiliki uang kertas yang lusuh dan kusut. Di atasnya selalu terdapat tulisan tangan usil. Mulai dari kata-kata cinta, rindu hingga perkenalan. Tulisan itu lekas membuat uang rusak. Padahal, proses pembuatannya tidak mudah dan melalu tahapan yang tidak sebentar. Selain itu, aku kerap mendapatkan uang lusuh dibawah kasur karena terlalu lama disimpan. Bahkan, sudah dimakan rayap dan tidak bisa dipakai. Padahal, untuk mendapatkan uang lebih sulit daripada menjaganya dari kerusakan. Semua itu hanya kisah masa lalu tentang uang kertas yang pernah aku alami pada masa kecilku. Namun, tulisan dari tinta pulpen masih kerap ada. Sangat disayangkan sekali, sebab rupiah merupakan alat tukar yang sangat berharga. Selain mem…