Wednesday, July 2, 2014

Pondok Pesantren al Mubarok Kalisat Jember

Posted By: Bagus Supriadi - July 02, 2014

Share

& Comment

Perpaduan Salaf dan Modern


Suasana Pondok Pesantren Al Mubarok yang terletak di Desa Glagahwero Kecamatan Kalisat sedikit berbeda dari biasanya. Sebab, para santri yang sedang menjalani aktivitas puasa tersebut hendak mengaji tafsir al Qur an di Masjid. Kegiatan tersebut berbeda dengan tahun sebelumnya, yakni pulang kerumah ketika puasa.
Namun, kali ini mereka memiliki kegiatan yang lebih berpahala, yakni mengkhatamkan kitab tafsir jalalain.  Kegiatan santri di pondok pesantren tersebut merupakan keputusan bersama antara pihak pesantren dengan wali santri agar berpuasa di pondok selama 17 hari.
            Pondok pesantren tersebut bermula dari musholla kecil yang didirikan oleh Kiai Haji Umar Fadhil pada tahun 1952. Tanah yang dijadikan tempat belajar al Qur an tersebut merupakan amal jariah dari masyarakat ketika pindah dari Madura. “Jadi warga sekitar belajar al Qur an di surau itu,” kata kiai Haji Yusuf Faruq, pengasuh pondok pesantren tersebut.
Foto Bagus Supriadi: Para santri sedang menanti kedatangan kiai sambil mutholaah
Namun, pada tahun 1960, surau tersebut diubah menjadi masjid setelah mengamali perdebatan yang cukup lama dengan para ulama di Kalisat. Karena, proses perubahan menjadi masjid tersebut dikaji dengan ilmu Fiqih terkait jarak bolehnya mendirikan masjid.
Ketika kiai Umar fadhil meninggal pada tahun 1970 dengan usia yang cukup lama, yakni 125 tahun. Menantunya, Kiai Haji Umar Faruq, mendirikan pesantren dengan tujuan syiar agama Islam. “Kiai Umar Faruq asalnya dari Pamekasan,” ujarnya.
            Kondisi sosial masyarakat Glagahwero, Kalisat saat berdirinya pesantren cukup memprihantinkan. Sebab, beberapa kelakuan masyaraktnya sangat jauh dari nilai-nilai keislaman, seperti berjudi dan mabuk. Sehingga, kehadiran pesantren tersebut menuai pro kontra. “Karena mereka khawatir perbuatan maksiat tersebut terganggu,” tambahnya.
            Namun, keberadaan pesantren terus berlanjut walau banyak masyarakat yang iri. Selain itu, para santri yang hendak menimba ilmu agama semakin berdatangan. “Waktu itu, jumlah santri saat baru berdiri sekitar 13, tapi sekarang sudah ratusan” imbuhnya.
            Kemudian, pesantren tersebut diberi nama dengan Al Mubarok karena terinspirasi dari salah satu ayat al Qur an. Ayat tersebut, apabila dibacakan disuatu tempat, makan akan memberikan barokah. “Dengan nama tersebut, diharapkan berdirinya pesantren bisa barokah,” jelasnya.
            Ponpes Al Mubarok terus berkembang seiring banyaknya santri yang hendak mengaji. Kegiatan para santri dimulai sebelum waktu shubuh tiba, yakni sholat Tahajjud. Kemudian sholat berjaam hingga pengajian kitab kuning. Beberapa kitab yang dikaji yakni tafsir jalalain, Safinatunnajh, aqidatul awam dan kitab lainnya.
            Namun, perkembangan zaman yang pesat menjadi tantangan bagi pesantren untuk mengimbanginya. Hingga pada tahu 1981, dibuka lembaga formal dari Mts hingga MA. Sejak lembaga tersebut berdiri, santri putri juga berdatangan untuk mondok sekaligus sekolah.
            Berdirinya lembaga formal tersebut merupakan terobosan baru untuk memadukan salaf dan modern Ponpes. Dengan tujuan meningkatkan kualitas dan mewadahi pendidikan masyarakat.
Masyarakat sekitar pun merasakan manfaat berdirinya pesantren tersebut, baik secara ekonomi maupun pendidikan. Mereka terbantu dengan adanya lembaga formal untuk menyekolahkan putra-putrinya. “Selain itu, ekonomi mereka semakin maju karena membuka usaha perdagangan,” Kata H M Umar Hasibullah, kepala pesantren Al Mubarok.
Meskipun begitu, Pondok Pesantren memiliki tantangan yang cukup besar ke depan. Sebab, kemajuan tekhnologi sudah tak terbendung lagi. Begitu pula dengan maraknya budaya barat yang tersebar. “Jadi budaya yang tidak baik tersebut harus di filter ketika masuk pesantren,” terangnya.
Suasangan Pengajian di dalam masjid
Sebagai ketua Ponpes, dia berharap agar pesantren yang telah cukup lama berdiri bisa tetap berkhidmah kepada masyarakat, agama, bangsa dan negara. “Sehingga kami bisa mendidik generasi bangsa yang berkarakter sesuai dengan Islam dan Indonesia,” pungkasnya. 

About Bagus Supriadi

Organic Theme. We published High quality Blogger Templates with Awesome Design for blogspot lovers.The very first Blogger Templates Company where you will find Responsive Design Templates.

0 komentar:

Post a Comment

Copyright © MERESAPI HARI

Designed by Templatezy