Langsung ke konten utama
Kata Siapa?

Kata siapa Indonesia kaya?
Buktinya, masih banyak warga tak berdaya
Mencari mencari sesuap nasi hingga ke lain negara
Sampai rela berlama-lama, namun ujungnya di penjara

Kata siapa Indonesia merdeka?
Buktinya, masih banyak yang dijajah tapi tertawa
Karena tak tahu apa yang telah dijarah
Sampai mati dan tak ada yang tersisa

Kata siapa Indonesia aman?
Buktinya masih banyak sapi yang hilang
Anak dibunuh dalam kandungannya
Karena takut dicemooh tak punya ayah

Kataku, Indonesia orangnya pandai-pandai
Penguasanya pintar mengakali orang

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Peran Pesantren Terhadap Masyarakat

Pendahuluan
Pesantren sebagaimana di definisikan oleh Gus Dur adalah sub-kultur yang memiliki keunikan tersendiri, dengan sistem monarki yang tidak terpengaruh oleh sesuatu yang ada diluar pesantren. Beberapa hal yang menjadikan pesantren sebagai sub-kultur dan unik adalah; pola kepemimpinan didalamnya yang berada di luar kepemimpinan desa. Literatur universalnya yang terus terpelihara selama berabad-abad, dan sistem nilainya sendiri yang terpisah dari yang diikuti oleh masyarakat luas. [1]             Mendiskusikan  peran pesantren terhadap masyarakat sekitarnya bisa dilihat ditinjau dari berbagai  aspek. Pertama,   dikaji dari historis pesantren itu sendiri. Sebab kajian pengaruh dan peran pesantren terhadap masyarakat merupakan diskusi yang tidak boleh lepas dari kesadaran historis, bagaimana awal mula pesantren ada dan berdiri di Indonesia. Kedua, pesantren selain sebagai tempat mencari ilmu agama, tafaqquh fi ad din  juga merupakan tempat pengkaderan bagi para muballigh dalam menye…

Inspirasi Pengusaha Bibit Buah yang Sukses

Bekerja sesuai hobi memang terasa menyenangkan. Apalagi sampai meraih kesuksesan. Yusron mengalami hal itu, meskipun harus berkorban meninggalkan bangku kuliah pada 2011 lalu.
Hamparan bibit buah di belakang rumah Yusron Ismail berjejer rapi. Mulai dari berbagai jenis bibit durian, sawo, bahkan juga jenis buah langka dari Amerika Latin seperti Mamesapote, yaknijenis mangga ukuran besar warna cerah. Jumlahnya mencapai puluhan ribu. Bibit itu dirawat dengan baik.
Disana, tampak para perempuan memakai caping sedang bekerja. Ada yang menyiram bibitnya. Ada yang memasang bibit ke dalam bungkus pot plastik. Lalu meletakkannya dengan rapi.
Di Jalan Sumberejo Desa Umbulsari, Yusron mempekerjakansekitar 28 orang. Mereka mencari rejeki dengan mengelola bibit tanaman yang diberi nama Getas Merah Umbulsari (GMU). “GMU itu nama dari usaha pertama, bibit jambu yang membuat sukses,” kata Yusron.
Pria kelahiran Jember16 oktober 1991itu memulai bisnis bibit tanaman sejak tahun 2010 lalu. Semua beraw…

Secangkir Kapal Api di Pojok Surau

Anginmalam membawa suasana yang sangat nyaman untuk istirahat. Rasa lelah setelah sibuk dengan berbagai aktifitas membuat tubuh ingin dimanja. Namun, keramain para santri membuat Zaidun tak bisa memejamkan mata. Justru mengalihkan pikirannya untuk pergi ke kantin bersama teman-temannya.

 “Satu kopi hitam kang, kapal api  spesial mix,” kata Zaidun pada Umar, penjaga kantin  pondok pesantren tempatnya belajar. Disana, sudah ada beberapa santri yang gayeng ngobrol apa saja. Mulai dari hal yang tidak penting, sepertu lelucon hingga urusan genting untuk didiskusikan. Malam itu, Zaidun bersama enam santri duduk lesehan dengan  satu meja panjang. Setiap malam, meja itu selalu penuh dengan santri yang menghabiskan waktunya untuk ngopi dan berdiskusi. Menariknya, Zaidun mengajak temannya untuk mengkaji kitab Irsyadul Ikhwan, li bayani syurbil qahwah wa dukhon, yakni kitab tentang  kopi dan rokok karya Syaikh Ihsan Jampes.


Zaidun  menerangkan beberapa isi penting dari kitab yang dikarang oleh kiai…