Langsung ke konten utama

Aku Lupa

Hari ini, aku lupa makan karena terlena dengan masa depan, setelah berhenti dan menoleh ke belakang, betapa jauh jalan yang telah ku tempuh. Aku pandangi jalan-jalan yang terlewati, dan menemukan setumpuk kenangan, hendak kemana ku bawa?
Saat ini, aku lupa makan, sementara jalan kedepan begitu terjal dan curam. Sungguh, jalan yang terhampar ini sama panjangnya dengan lorong-lorong yang telah ku lalui di masa silam.
Hari ini, aku lupa makan, sebab aku tak bisa memeluk masa lalu yang tak terulang, pun tak bisa merengkuh esok hari yang gemilang.
Sampai saat ini aku belum makan, namun aku tak lapar.

Malam ini, aku lupa tidur karena malam terasa terlalu pendek untuk ku habiskan, terlalu indah untuk ku lewatkan, biarkanlah! aku ingin hidup sepanjang waktu.
Malam ini, mataku selalu terjaga, memandangi langit dan mengharap lintang kemukus, lalu ku panjatkan doa untuk hari esok yang panjang, dan menikmati belain mesra angin yang membawa kerinduan.
Malam ini ku pandangi rembulan, seperti aku memandangi wajah kekasihku dulu, lalu aku cumbui dia dengan kata-kata mesra, hingga ia terbaring penuh mesra di dadaku.
Sampai saat ini, aku tak tidur, dan aku tak mengantuk

Pagi ini, aku masih dijanjikan oleh cerahnya matahari, aku selalu menantinya untuk kemudian kunikmati kehangatannya, layaknya aku memeluk tubuhmu waktu itu.
Pagi ini, aku lupa, bahwa aku masih tak mengerti dengan waktu yang mengantarkanku pada kehampaan.

Aku lupa bahwa aku sedang lupa.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rapat Membahas Virus Corona 19 Tertutup, Ternyata Dua Warga Jember Pasien dalam Pengawasan

Dua warga Jember dengan status pasien dalam pengawasan virus corona 19.  16 orang berstatus Orang Dalam Pengawasan (ODP), 242 berstatus Orang Dengan resiko (ODR)
MASJIWO.COM – Selasa (17/3/2020) sekitar pukul 11.00 WIB, saya tiba di ruang komisi C DPRD Jember. Saya kaget, ternyata rapat dengar pendapat antara Komisi C, Dinas Kesehatan dan para pengelola rumah sakit dilakukan tertutup.

Awalnya, pelaksaan rapat itu terbuka, namun karena ada permintaan off the record, ruangrapat ditutup. Ada apa?
Saya bertanya, pembahasan apa yang tidak tersampaikan tersebut. Setelah selesai rapat, saya mendatangi kepala dinas kesehatan Jember Dyah Kusworini. Saya dan teman-teman jurnalis melakukan wawancara tentang hasil rapat tersebut
Ternyata..
Jumlah warga dengan status Pasien Dalam Pengawasan (PDP) virus corona 19 di RSD dr Soebandi Jember mencapai tiga orang. Satu orang sudah dilakukan pemeriksaan dan pengambilan sampel tes uji virus corona, hasilnya negatif. Sedangkan dua orang lainnya masih dilakuk…

Isu Tenggelam Karena Covid-19, 300 Warga Jember Menderita DBD, Dua Meninggal Dunia

300 warga Jember menderita penyakit DBD. Dua diantaranya meninggal dunia karena terlambat dibawa ke fasilitas pelayanan kesehatan. 
MASJIWO.com –  Virus corona 19 memang memenuhi pemberitaan di berbagai Negara, tak terkecuali Indonesia. Membaca berita daring dipenuhi dengan kata-kata corona 19, menonton televisi berita tentang corona, membaca pesan di whatsapp pun corona.
Lalu, bagaimana dengan penyakit lain yang mengancam nyawa manusia. Seperti Demam Berdarah Dengue (DBD). Sejak kemarin, saya bertanya, berapa jumlah penderita penyakit ini. Saya kirim pesan pada Kepala DInas Kesehatan Jember Dyah Kusworini, namun tak dibalas.

Lalu, pada Selasa (17/3/2020), saya berhasil mewawancarainya di DPRD Jember.
Faktanya..
300 warga Jember menderita penyakit demam berdarah dengue (DBD). Bahkan, dua diantaranya sudah meninggal dunia. Jumlah penderita DBD itutercatat sejak Januari 2020sampai sekarang. “Jumlah itu masih dibawah grafik maksimal yang pernah ada, separuhnya,” kata Kepala Dinas Kesehata…

Peran Pesantren Terhadap Masyarakat

Pendahuluan
Pesantren sebagaimana di definisikan oleh Gus Dur adalah sub-kultur yang memiliki keunikan tersendiri, dengan sistem monarki yang tidak terpengaruh oleh sesuatu yang ada diluar pesantren. Beberapa hal yang menjadikan pesantren sebagai sub-kultur dan unik adalah; pola kepemimpinan didalamnya yang berada di luar kepemimpinan desa. Literatur universalnya yang terus terpelihara selama berabad-abad, dan sistem nilainya sendiri yang terpisah dari yang diikuti oleh masyarakat luas. [1]             Mendiskusikan  peran pesantren terhadap masyarakat sekitarnya bisa dilihat ditinjau dari berbagai  aspek. Pertama,   dikaji dari historis pesantren itu sendiri. Sebab kajian pengaruh dan peran pesantren terhadap masyarakat merupakan diskusi yang tidak boleh lepas dari kesadaran historis, bagaimana awal mula pesantren ada dan berdiri di Indonesia. Kedua, pesantren selain sebagai tempat mencari ilmu agama, tafaqquh fi ad din  juga merupakan tempat pengkaderan bagi para muballigh dalam menye…