Langsung ke konten utama

Aku Lupa

Hari ini, aku lupa makan karena terlena dengan masa depan, setelah berhenti dan menoleh ke belakang, betapa jauh jalan yang telah ku tempuh. Aku pandangi jalan-jalan yang terlewati, dan menemukan setumpuk kenangan, hendak kemana ku bawa?
Saat ini, aku lupa makan, sementara jalan kedepan begitu terjal dan curam. Sungguh, jalan yang terhampar ini sama panjangnya dengan lorong-lorong yang telah ku lalui di masa silam.
Hari ini, aku lupa makan, sebab aku tak bisa memeluk masa lalu yang tak terulang, pun tak bisa merengkuh esok hari yang gemilang.
Sampai saat ini aku belum makan, namun aku tak lapar.

Malam ini, aku lupa tidur karena malam terasa terlalu pendek untuk ku habiskan, terlalu indah untuk ku lewatkan, biarkanlah! aku ingin hidup sepanjang waktu.
Malam ini, mataku selalu terjaga, memandangi langit dan mengharap lintang kemukus, lalu ku panjatkan doa untuk hari esok yang panjang, dan menikmati belain mesra angin yang membawa kerinduan.
Malam ini ku pandangi rembulan, seperti aku memandangi wajah kekasihku dulu, lalu aku cumbui dia dengan kata-kata mesra, hingga ia terbaring penuh mesra di dadaku.
Sampai saat ini, aku tak tidur, dan aku tak mengantuk

Pagi ini, aku masih dijanjikan oleh cerahnya matahari, aku selalu menantinya untuk kemudian kunikmati kehangatannya, layaknya aku memeluk tubuhmu waktu itu.
Pagi ini, aku lupa, bahwa aku masih tak mengerti dengan waktu yang mengantarkanku pada kehampaan.

Aku lupa bahwa aku sedang lupa.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Merawat Tanaman dengan Hati, Wujudkan Kampung Berseri

Peran Pesantren Terhadap Masyarakat

Pendahuluan
Pesantren sebagaimana di definisikan oleh Gus Dur adalah sub-kultur yang memiliki keunikan tersendiri, dengan sistem monarki yang tidak terpengaruh oleh sesuatu yang ada diluar pesantren. Beberapa hal yang menjadikan pesantren sebagai sub-kultur dan unik adalah; pola kepemimpinan didalamnya yang berada di luar kepemimpinan desa. Literatur universalnya yang terus terpelihara selama berabad-abad, dan sistem nilainya sendiri yang terpisah dari yang diikuti oleh masyarakat luas. [1]             Mendiskusikan  peran pesantren terhadap masyarakat sekitarnya bisa dilihat ditinjau dari berbagai  aspek. Pertama,   dikaji dari historis pesantren itu sendiri. Sebab kajian pengaruh dan peran pesantren terhadap masyarakat merupakan diskusi yang tidak boleh lepas dari kesadaran historis, bagaimana awal mula pesantren ada dan berdiri di Indonesia. Kedua, pesantren selain sebagai tempat mencari ilmu agama, tafaqquh fi ad din  juga merupakan tempat pengkaderan bagi para muballigh dalam menye…

Ketekunan Dewi Purnamasari Merawat Tanaman Hias

Tanaman bunga tak hanya indah dipangan di mata. Namun juga menjadikan suasana hati lebih ceria. Untuk itulah, potensi ini dikembangkan oleh Dewi di rumahnya. 



Di belakang rumahnya, di Jalan Argopuro 1 Desa/Kecamatan Arjasa. Tanaman hias tersusun rapi menggunakan rak. Tetesan sisa air hujan masih berjatuhan dari daunnya. Membuatnya tanaman itu semakin terlihat segar.
Jumlah bunga hias dengan berbagai jenis mencapai ribuan. Layaknya sebuah kebun yang setiap hari harus dirawat dengan baik. Lorong jalan menuju kebun melewati lahan parkir miliknya. Lalu, halaman hijau akan langsung terlihat di belakang rumahnya. 
Di sisi pinggir, terpajang berbagai jenis kaktus kecil hingga besar yang sudah dikemas dalam sebuah pot. Seperti kaktus mini cereus tetragonus, Echinocactus grusoni, Haworthia attenuate, melocatus dan lainnya. Semua jenis kaktus itu dirawat dengan sabar oleh Dewi.


Tak hanya kaktus, namun berbagai jenis tanaman aglonema juga ada disana. Mulai dari jenis aglonema Moonlight, Bidadari,…