Perahu Retak

Lelaki itu terbangun dari tidurnya, ia terkejut ketika melihat bungkus rokoknya telah kosong, ia keluar sejenak untuk cuci muka dan mencari sesuatu untuk menghilangkan rasa pahit di mulutnya.

Ia juga merasa risih ketika melihat koran-koran berserakan belum disteples, dengan sabar ia kumpulkan untuk dibaca. Begitu membaca, lelaki itu bosan melihat berita-berita yang tak pernah berubah, tentang korupsi, partai politik, dan semua tetek bengeknya, ia merasa jenuh.

Dalam hati ia bertanya, sampai kapan kejenuhan ini berhenti? dimana saat lelaki itu terbangun, ia dapat tersenyum karena tak lagi membaca berita tentang korupsi, partai politik dan tetek bengeknya

Ia pun tak akan lagi terkejut karena tak kekurangan rokok, sebab saat terbangun, di sisinya sudah tersedia kopi dan rokok dan melihat berita yang menyegarkan, menyenangkan dan mencerahkan.
Lelaki itupun memutar lagu kesukaannya, Perahu Retak karya Franky Sahilatua.
Perahu negeriku, perahu bangsaku
menyusuri gelombang
semangat rakyatku, kibar benderaku
menyeruak lautan

langit membentang cakrawala di depan
melambaikan tantangan

di atas tanahku, dari dalam airku
tumbuh kebahagiaan
di sawah kampungku, di jalan kotaku
terbit kesejahteraan

tapi kuheran di tengah perjalanan
muncullah ketimpangan

aku heran, aku heran
yang salah dipertahankan
aku heran, aku heran
yang benar disingkirkan

perahu negeriku, perahu bangsaku
jangan retak dindingmu
semangat rakyatku, derap kaki tekadmu
jangan terantuk batu

tanah pertiwi anugerah ilahi
jangan ambil sendiri
tanah pertiwi anugerah ilahi
jangan makan sendiri

aku heran, aku heran
satu kenyang, seribu kelaparan
aku heran, aku heran
keserakahan diagungkan 

Saatnya kita bangkit dari tidur panjang yang membawa kita pada buain mimpi, sudah saatnya bangsa ini menjadi sejahtera, awak perahu yang tak pantas menghantar perahu, mari kita ganti, mereka yang menggerogoti perahu ini hingga tenggelam, tenggelamkan saja mereka.

Comments