Langsung ke konten utama

Aku pulang, membawa apa?


Pagi ini, membuatku kembali terkenang pada masa sembilan tahun yang lalu, saat berbondong-bondong mendatangi masjid untuk sowan pada kiai, pamitan pulang. Diiringi membaca sholawat, para santri bergiliran sowan pada kiai, tertib begitu indah.
Ada rasa bahagia yang tak tergambarkan dalam hati, dan dalam pikiran sudah terbayang keluarga, tetangga, sahabat serta keadaan lingkungan rumah, ingin melepas rindu bersama mereka.
Pagi ini, aku hanya bisa membuat puisi untuk melepas rindu

Aku pulang, membawa apa?

Mak...
Kini aku pulang membawa pasal-pasal kerinduan
Yang telah ku himpun dalam kitab kuning gundulan
Di setiap pinggirannya, kutulis namamu mak, agar ku tak lupa berdoa
Semoga mak selalu sehat dan rizki mengalir tak pernah henti

Mak…
Kini aku pulang membawa harapan
Mengaji yang benar dan sopan beramal
Bukankah mak bahagia bila aku pandai baca qur’an
Kemudian mengajarkannya pada adik-adik kecilku

Mak…
Kini aku pulang membawa hafalan
Pelajaran nahwu shorrof dari ustadz fulan
Agar kelak bisa membaca kitab tak berharkat
Dari karya-karya para ulama yang hebat

Mak…
Kini aku pulang, itukah yang kau inginkan mak…..?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Merawat Tanaman dengan Hati, Wujudkan Kampung Berseri

Ketekunan Dewi Purnamasari Merawat Tanaman Hias

Tanaman bunga tak hanya indah dipangan di mata. Namun juga menjadikan suasana hati lebih ceria. Untuk itulah, potensi ini dikembangkan oleh Dewi di rumahnya. 



Di belakang rumahnya, di Jalan Argopuro 1 Desa/Kecamatan Arjasa. Tanaman hias tersusun rapi menggunakan rak. Tetesan sisa air hujan masih berjatuhan dari daunnya. Membuatnya tanaman itu semakin terlihat segar.
Jumlah bunga hias dengan berbagai jenis mencapai ribuan. Layaknya sebuah kebun yang setiap hari harus dirawat dengan baik. Lorong jalan menuju kebun melewati lahan parkir miliknya. Lalu, halaman hijau akan langsung terlihat di belakang rumahnya. 
Di sisi pinggir, terpajang berbagai jenis kaktus kecil hingga besar yang sudah dikemas dalam sebuah pot. Seperti kaktus mini cereus tetragonus, Echinocactus grusoni, Haworthia attenuate, melocatus dan lainnya. Semua jenis kaktus itu dirawat dengan sabar oleh Dewi.


Tak hanya kaktus, namun berbagai jenis tanaman aglonema juga ada disana. Mulai dari jenis aglonema Moonlight, Bidadari,…

Peran Pesantren Terhadap Masyarakat

Pendahuluan
Pesantren sebagaimana di definisikan oleh Gus Dur adalah sub-kultur yang memiliki keunikan tersendiri, dengan sistem monarki yang tidak terpengaruh oleh sesuatu yang ada diluar pesantren. Beberapa hal yang menjadikan pesantren sebagai sub-kultur dan unik adalah; pola kepemimpinan didalamnya yang berada di luar kepemimpinan desa. Literatur universalnya yang terus terpelihara selama berabad-abad, dan sistem nilainya sendiri yang terpisah dari yang diikuti oleh masyarakat luas. [1]             Mendiskusikan  peran pesantren terhadap masyarakat sekitarnya bisa dilihat ditinjau dari berbagai  aspek. Pertama,   dikaji dari historis pesantren itu sendiri. Sebab kajian pengaruh dan peran pesantren terhadap masyarakat merupakan diskusi yang tidak boleh lepas dari kesadaran historis, bagaimana awal mula pesantren ada dan berdiri di Indonesia. Kedua, pesantren selain sebagai tempat mencari ilmu agama, tafaqquh fi ad din  juga merupakan tempat pengkaderan bagi para muballigh dalam menye…