Aku pulang, membawa apa?


Pagi ini, membuatku kembali terkenang pada masa sembilan tahun yang lalu, saat berbondong-bondong mendatangi masjid untuk sowan pada kiai, pamitan pulang. Diiringi membaca sholawat, para santri bergiliran sowan pada kiai, tertib begitu indah.
Ada rasa bahagia yang tak tergambarkan dalam hati, dan dalam pikiran sudah terbayang keluarga, tetangga, sahabat serta keadaan lingkungan rumah, ingin melepas rindu bersama mereka.
Pagi ini, aku hanya bisa membuat puisi untuk melepas rindu

Aku pulang, membawa apa?

Mak...
Kini aku pulang membawa pasal-pasal kerinduan
Yang telah ku himpun dalam kitab kuning gundulan
Di setiap pinggirannya, kutulis namamu mak, agar ku tak lupa berdoa
Semoga mak selalu sehat dan rizki mengalir tak pernah henti

Mak…
Kini aku pulang membawa harapan
Mengaji yang benar dan sopan beramal
Bukankah mak bahagia bila aku pandai baca qur’an
Kemudian mengajarkannya pada adik-adik kecilku

Mak…
Kini aku pulang membawa hafalan
Pelajaran nahwu shorrof dari ustadz fulan
Agar kelak bisa membaca kitab tak berharkat
Dari karya-karya para ulama yang hebat

Mak…
Kini aku pulang, itukah yang kau inginkan mak…..?

Comments