Skip to main content

Posts

Showing posts from June, 2012

LELAKI PERTIMBANGAN

dimuat di Radar Bromo, Minggu 01 Juli 2012
            Kau tahu kenapa aku menyayangimu lebih dari siapapun, karena dirimu sederhana. Sikapmu, wajahmu, bibirmu, senyummu, matamu, bahkan semua yang melekat pada tubuhmu tampak sederhana. Tak heran jika aku ingin memilikimu dengan sepenuh hati sebab takkan ada pria yang melirikmu setajam elang. Dan perempuan sederhana sepertimu tak bisa membuatku cemburu.             Kali ini aku takkan salah memilih perempuan sepertimu, lelaki penuh pertimbangan sepertiku sudah terlalu lama mempertimbakan perempuan. Kau tahu, mempertimbangkanmu untuk berada di sisiku membutuhkan waktu yang tidak sebentar, aku harus bertanya pada  orang bijak  tentang dirimu yang sederhana. Sebab aku tak boleh gegabah lantaran aku ingin menjadikanmu perempuan terakhir yang aku pertimbangkan. ****             Suatu hari aku datang pada kiai Jamal dan menceritakan dirimu, perempuan sederhana. Kemudian aku meminta pendapatnya. “memilih perempuan itu seperti mendatangi tok…

Kau Kah Itu,

Kau kah itu, Kau kah itu yang sedang duduk sendirian Di beranda rumah sambil memandangi rembulan Kau kah itu yang sedang dalam penantian Diriku yang kini berada di tanah rantau             Kau kah itu yang sedang berada dalam remang             Di antara pijar lampu pada tengah malam             Kau kah itu disana yang sedang berdzikir dengan harapan             Akan datangnya seikat kembang merah dari pujaan Kau kah itu.... 03.00 30 Juni 2012

Hati Nuranimu Berteriak

Ketenangan sejati  itu hanya ada dalam dirimu, bukan pada orang lain, atau tempat lain yang ingin kau singgahi. Kemanapun kau ingin pergi untuk menenangkan hatimu yang sedang gelisah, ia tak akan bisa memberikannya, sebab tempat terindah tersebut berada dalam relung hati nuranimu.             Kau boleh bertanya pada siapapun yang kau anggap orang paling pandai dan paling mampu menenangkan jiwamu, jawaban tersebut akan kembali pada dirimu. Sebenarnya, satu yang perlu kau turuti dalam menjalani kisahmu yang terpotong. Ikuti kata hati nuranimu.             Bukankah kau juga pernah membaca Bumi Manusianya Pramoedya Ananta Toer, “kau seorang terpelajar, cobalah bersetia hati pada kata hati nuranimu” itulah pesan yang diucapkan oleh Nyai Ontosoroh pada Minke saat Annelies Mellema akan dibawa ke Belanda. Seorang terpelajar tidak hanya menggunakan otak dalam menghadapi segala persolan manusia. Kau tak boleh melupakan hati nuranimu.             Kau juga pernah membaca dan mendiskusik…

Memotret Rembulan

Bulan tak pernah menampakkan kebesarannya Hanya terang yang terasa menyinari bumi dengan keluasannya Bulan tak pernah bersedia ku potret dengan cahaya buatan Ia hanya sembunyi di balik langit yang gelap tak berbintang             aku bermimpi memotret bulan saat ia mendatangiku             di belakang mencekam menarikku dari ingin             sampai perempuan malam membujukku dengan rayuan             aku marah, aku berontak karena bulan telah tenggelam
07 juni 2012

Pencarian yang Belum Usai

“Sampai kapan mimpi mimpi itu kita beli?, sampai nanti sampai habis terjual harga diri”.(Mimpi Yang Terbeli - album 1910 1988) Aku melihat seorang tua pada sepertiga malam berjalan dengan tertatih-tatih. Tenaganya telah terkuras oleh waktu sehingga ia memaksakan diri membawa karung yang berisi sampah-sampah untuk didaur ulang. Sepertiga malam, dengan senter ditangannya, ia seperti manusia yang mencari sesuatu yang amat berharga. Sampau adzan shubuh berkumandang, ia masih mengelilingi suasana kota yang sepi dari hiruk pikuk manusia. Karung yang digendongnya masih belum penuh dengan sampah, dan sepertinya barang berharga yang dicarinya belum didapatkan. Sementara, beberapa penghuni rumah di kota tersebut bergiliran satu persatu menuju musholla, yang tampak dari mereka adalah para orang tua yang tenaganya juga tergerus oleh waktu, tertatih berjalan menuju musholla. Beberapa orang tua itu berpapasan dengan dengan si pencari barang berharga. Tak ada sapa dan berlalu seperti angin. sampai tiba …