Tuesday, February 14, 2012

Tentang Kematian

Posted By: Bagus Supriadi - February 14, 2012

Share

& Comment


Tentang  kematian, apakah manusia bisa mencegahnya, seperti yang terjadi pada temanku, Beng-Beng, nama akrab panggilan Zainul Arifin, Mahasiswa pecinta alam  (PA) IAI Nurul Jadid. Jumaat 04 Februari 2012 Ia menghembuskan nafas terakhirnya di gunung Argopuro.
            Pagi itu, aku sangat tak percaya dengan berita yang kudengar. “temen-temen PA yang mendaki gunung ada yang meninggal” suara itu begitu ramai dan mengusik telingaku. Ada rasa haru dan aku diam terpaku.
            Berita itu benar, Beng-Beng telah pergi. Aku sempat bertemu dengannya tiga hari yang lalu, tapi tak ada tanda-tanda jika dia akan berpulang untuk selamanya, seperti yang orang-orang bilang saat manusia telah mati, ia akan menyebutkan tanda-tanda sebelum kematian. padahal tak ada bisa yang mengetahui tanda kematian.
            Aku melayat kerumahnya, tanda-tanda kematian itu telah aku dengar, keluarganya bilang ketika beng-beng belum meninggal bahwa ia akan pulang tanggal tepat tanggal 5. Dan kini ia telah pulang tanggal lima tanpa nafas lagi.
            Namun, biarlah dia yang telah pergi tak akan kembali. Barangkali kita diingatkan oleh beng-beng bahwa kematian itu tiada yang tahu dan tiada tanda-tanda.
            Bagiku, kematian bukanlah suatu takdir yang semestinya dipasrahkan. Melihat kematian Beng-Beng aku merasa jika dia telah memberikan hidupnya pada tuhan. Bagaimana mungkin dia naik gunung sementara keadaan cuaca sangat buruk, beberapa bulan terakhir ini hujan begitu deras. Selain itu, aku juga mendengar kabar jika mereka berangkat tanpa menggunakan perangkat yang lengkap.
            Tentang kematian, ilmu kedokteran mendefinisikan dengan berhentinya semua fungsi vital tubuh yang permanen seperti jantung dan otak.  Sementara itu, Al-Qur’an memandang bahwa kematian tidak hanya terjadi sekali tapi dua kali. Seperti yang tertulis dalam surah Gafir/40: 11
Mereka  menjawab “ ya tuhan kami, engkau telah mematikan kami dua kali dan telah menghidupkan kami dua kali( pula), lalu kami mengakui dosa-dosa kami. Maka adakah  jalan (bagi kami) untuk keluar (dari neraka)?” Gafir/40:11.
            Para ulama memaknai bahwa kematian manusia pertama adalah saat sebelum Allah meniupkan roh kehidupan kepadanya, sedangkan yang kedua adalah saat manusia meninggalkan dunia yang fana ini.
            Beng-Beng dalam hal ini berada pada kematian yang kedua, berpindahnya roh dari alam dunia kea lam Barzakh. Bersambung……

About Bagus Supriadi

Organic Theme. We published High quality Blogger Templates with Awesome Design for blogspot lovers.The very first Blogger Templates Company where you will find Responsive Design Templates.

0 komentar:

Post a Comment

Copyright © MERESAPI HARI

Designed by Templatezy