Saturday, December 17, 2011

CARA MENULIS BERITA

Posted By: Bagus Supriadi - December 17, 2011

Share

& Comment


“sementara, menulislah untuk dirimu sendiri”

Menulislah dengan Cinta
            Pada mulanya adalah sebuah kata, kemudian tersusun dari kumpulan kata menjadi kalimat. Pengumpulan kata-kata yang tertulis dalam sebuah berita dan non berita sangat berpengaruh terhadap pembaca, baik dari pemikiran dan tingkah laku. Dari tidak tahu menjadi tahu, dari pasif  menjadi aktif, dari benci menjadi cinta, begitupun sebaliknya, dari cinta menjadi benci, semua karena pengaruh dari tulisan yang anda tulis.
            Menulis dengan rasa cinta agar keadilan tetap ditegakkan, tidak tebah pilih terhadap tulisan yang akan ditulis. Kebenaran menjadi cinta pertama anda yang akan ditulis. Kebenaran tidak pandang bulu, cantik atau jelek, kaya atau miskin, pejabat atau masyarakat semua sama saja dihadapan berita (jurnalistik. red).
           
Apa Jurnalistik?
            Jurnalistik berasal dari kata latin yakni diurnalis yang bermakna tiap hari. sedangkan dalam bahasa inggris disebut jurnal  yang memiliki arti catatan peristiwa harian. Secara istilah jurnalistik memiliki arti segala hal yang menyangkut proses perencanaan, peliputan, produksi dan pelaporan sebuah fakta menjadi berita. (Masduki, LkiS, 2001).
Menulis berita jurnalistik dalam media cetak, seperti koran, majalah, buletin, news letter, dan lainnya tidaklah sama dengan menulis tulisan biasa. Karena dalam dunia jurnalistik terdapat teknik, kriteria dan standart penulisan tertentu yang harus dikuasai setiap jurnalis serta membutuhkan latihan yang serius dan terus-menerus.
 Mengenai definisi berita, sebenarnya kita tak kesulitan menemukannya. Hampir setiap literatur jurnalistik mengutipnya. Tapi sebagai perbandingan, berikut definisi dari dua ahli jurnalistik tentang news (berita):
1)      Paul D. Maessenner, dalam bukunya Here’s The News, berita adalah sebuah informasi yang baru tentang suatu peristiwa yang penting dan menarik perhatian serta minat pembaca.
2)      Prof. Mitchel V. Charnley, dalam bukunya Reporting, berita adalah laporan tentang fakta atau opini yang menarik perhatian dan penting, yang dibutuhkan sekelompok masyarakat.
Dari dua pengertian itu, penulis simpulkan bahwa berita ada yang bersifat laporan dan non laporan. Yang pertama bisa diperjelas dengan pengertian: laporan tentang suatu peristiwa yang dimulai dari sebuah liputan di lapangan dan hasilnya bisa diuji tingkat faktualitasnya dan mempunyai nilai baru, menarik dan penting. Sementara yang kedua adalah sebuah berita yang tidak disajikan melalui liputan di lapangan terlebih dahulu. Ini biasa disebut opini.

Bagaimana cara menulis berita?
Sebenarnya pekerjaan menulis butuh ketekunan dan kesabaran, terlebih menulis tulisan non reportase. Menulis berita ibarat belajar naik sepeda, harus tahu teorinya terlebih dahulu agar dalam mengendari sepeda berjalan dengan lancar, setiap kali terjatuh anda harus bangun dan terus mengendarainya lagi sampai lancar. Begitu juga menulis berita, ada beberapa teori yang harus dipahami sehingga memudahkan kita untuk menulis.
Ragam Tulisan
§         Ragam informatif, karena tulisan ini sekadar mengabarkan informasi: news; softnews, straight news, news feature maupun feature, laporan in-depth; interpretative report, dan investigative report.
§         Ragam persuasif, karena tulisan ini punya daya meyakinkan atau mempengaruhi pembaca tanpa melalui reportase. Yang termasuk tulisan ini adalah opini, kolom, artikel, resensi, tajuk rencana, pojok (kata-kata pendek, lucu dan penuh kritik), dan surat pembaca.

Macam-Macam Berita
Dari segi sifatnya, kita kenal dua macam: Hard News dan Soft News.
1.      Hard News/Straight News : Berita yang lugas, singkat, langsung ke pokok persoalan dan fakta-faktanya. Harus memenuhi unsur 5 W + 1 H secara ketat dan harus cepat-cepat dimuat, karena terlambat sedikit bisa basi. Istilah Hard News lebih mengacu ke isi beritanya, sedangkan istilah Straight News lebih mengacu ke cara penulisannya (struktur penulisan). Biasanya ini dikenal istilah Spot News: Berita yang serentak tanpak, konkrit, aktual.
2.      Soft News: Berita yang dari segi struktur penulisan relatif lebih luwes, dan dari segi isi tidak terlalu berat. Soft News umumnya tidak terlalu lugas, tidak kaku, atau ketat, khususnya dalam soal waktu. Misalnya: tulisan untuk menggambarkan kesulitan yang dihadapi rakyat kecil akibat krisis ekonomi akhir-akhir ini. Selama krisis ekonomi ini masih berlanjut, berita itu bisa diturunkan kapan saja. Atau tulisan tentang Iwan Fals, yang punya hobi baru mengkoleksi monyet-monyet mungil. Biasanya lebih banyak mengangkat aspek kemanusiaan (human interest).
·         Feature
Feature adalah sejenis tulisan khas yang berbentuk luwes, tahan waktu, menarik, strukturnya tidak kaku, dan biasanya mengangkat aspek kemanusiaan. Panjang tulisan feature bervariasi dan boleh ditulis seberapa panjang pun, sejauh masih menarik.
Misal:
“Nama saya Paijo. Tak seorangpun pernah menanyakan asal-usul saya. Cita-cita saya hanya satu, menjadi penyanyi, enggak usah terkenal, tapi didengar. Saya tak pernah sekolah, saya tak bisa membaca dan menulis, tapi kalau ngitung-ngitung, bisa. ayah saya kuli bangunan di Pasuruan, tiga tahun lalu saya ke Surabaya.”
  • Komprehensif News
Berita yang ingin menampilkan suatu peristiwa secara utuh (komprehensif), dari segala sudut dan aspek. Model penulisan semacam ini biasanya dipakai oleh media berkala, baik mingguan, dwimingguan, bulanan, dst.

Struktur Berita   

Ada banyak cara menulis berita yang baik. Biasanya cara-cara itu disesuaikan dengan jenis berita yang ditulis. Misalnya, untuk jenis berita spot news menggunakan teknik piramida terbalik. Sedangkan untuk  jenis berita feature dan atau analysis news biasanya menggunakan model kubus/segi empat.


Unsur-unsur lead atau teras berita:
ý      W1, What          : Apa yang terjadi
ý      W2, Who           : Siapa yang tersangkut
ý      W4, When         : Kapan pertistiwa itu
ý      W5, Where        : Dimana peristiwa itu
Unsur koronologi, pengembangan:
ý      W3, Why            : Sebab peristiwa itu
Unsur konfirmasi:
ý            H, How          : Bagaimana (biasanya dampak peristiwa itu jika terjadi kontoversial, atau menyangkut kedua bela pihak.
 
Model dibawah ini adalah piramida terbalik:
Pokok berita                   Lead

Kronologi             

Konfirmasi

 

 

 

 

 

 

 

PEMILIHAN JUDUL

Judul, dalam keadaan apapun, harus mencerminkan isi berita. Inilah kriteria pertama betul tidaknya sebuah judul. Setelah itu adalah pada pemilihan kata atau kalimat yang tepat. Sebagai kalimat pembuka, judul harus kuat. Eye catching, begitu orang-orang media kerap menyebutnya. Misal:
         Akal Fulus Gayus (TEMPO, edisi 17-23 januari 2011)
         Mega Mencegah Bola Liar (KONTAN, No. 24, Tahun VI, 18 Maret 2002)

PEMILIHAN LEAD
Lead, atau kalimat pembuka, adalah kepala, struktur adalah kerangkanya dan ending adalah ekornya. banyak macamnya. Yang utama, lead haruslah mampu menarik orang untuk terus membaca pada kalimat selanjutnya. Lead yang buruk dan hambar, membuat orang akan melewatkan berita yang susah payah dibuat oleh wartawan.
1. Lead Ringkasan
Lead ini berisi rangkuman dari inti cerita. Biasanya ini dipakai oleh koran. Konsepnya, dalam satu kalimat, inti cerita sudah bisa tertampung semua. Detail selanjutnya, pembaca dipersilakan melanjutkan ke tubuh berita. Misal:
Salam Damai Tersemai dari Masjid Kudus
“Masjid menara kudus bukan sekedar tempat beribadah. Masjid ini menjadi pusat penyebaran dan ziarah Islam di Jawa Tengah. Arsitekturnya memadukan nilai akulturasi Hindu, Islam, Jawa, dan China. Di sinilah geliat ekonomi dan pluralisme di Kudus bermula. Tidak heran, peneliti dari Barat menyebutnya sebagai “jerussalem” di Jawa.” (kompas, 30 juli 2011)
2. Lead Bercerita
Lead yang terasa akrab, dan tak langsung pada pokok persoalan. Biasanya lead macam ini ingin memberi kesan tersendiri pada pembaca tentang sesuatu yang terjadi.
“bulan masih belum muncul, angin terus mendera, dan awan masih belum memberikan harapan tanda-tanda kemunculan bulan malam ini. sementara penduduk suku dayak sudah mulai menunggu dari tadi guna melaksanakan upacara adat pengukuhan terhadap putra kepala suku”
3. Lead Deskriptif
Lead ini berusaha memberikan gambaran pada pembacanya tentang situasi yang dihadapi tentang tokoh atau tempat kejadian, memusatkan perhatian pada keadaan yang istimewa.
“tepat 02.00 WIB, mak Saminah harus bangun dari tidurnya dan menuju dapur untuk memasak, ia lakukan hal ini setiap hari karena keesokan harinya makanan untuk santri Nurul Jadid  harus tersedia.
4. Lead Kutipan
Lead model ini bisa menarik jika statemen yang disampaikannya kuat dan penting.
“Akan saya gebuk,” kata Presiden Soeharto kemarin di Boyolali, mereka yang mencoba mengganti Presiden dengan cara-cara yang tidak konstitusional. 

MENENTUKAN ANGLE.
Dalam setiap berita, selalu ada angle atau fokus. Angle akan menolong kita untuk terhindar dari terlalu banyaknya data, sementara sisi yang ingin kita gali dari peristiwa tersebut adalah lain. Angle tak selalu harus ditentukan jauh sebelumnya. Bisa jadi, angle berubah di lapangan jika ada fakta baru yang lebih menarik.
Selain itu, yang perlu diperhatikan dalam penulisan berita adalah kemampuan atau skill penguasaan bahasa, termasuk skill bahasa asing. Kebutuhan ini adalah menyangkut objek ataupun data-data berita berita yang seringkali terdiri dari bahasa asing. Hal yang lebih penting lagi adalah penguasaan bahasa menyangkut penulisan paragraf, struktur kalimat, istilah-istilah, cara penulisan kata-kata, singkatan, dan sebagainya.


SELAMAT BERKARYA!!!




[*] Tulisan sederhana ini disampaikan pada pelatihan Jurnalistik oleh bulletin EDUCARE Fakultas Tarbiyah IAI. Nurul Jadid pada hari Kamis, 15 Desember 2011.
[†] Santri sekaligus mahasiswa Fakultas Tarbiyah IAI. Nurul Jadid

About Bagus Supriadi

Organic Theme. We published High quality Blogger Templates with Awesome Design for blogspot lovers.The very first Blogger Templates Company where you will find Responsive Design Templates.

0 komentar:

Post a Comment

Copyright © MERESAPI HARI

Designed by Templatezy