Skip to main content

Posts

Showing posts from October, 2011

GURU

“Walaupun saya hanya seorang guru, saya bisa menyekolahkan dua anak saya di Perguruan Tinggi Kesehatan” ucapmu pada pertengahan malam. Terbisik dalam benakku, jadi guru kok walaupun dan hanya, apakah kurang mulia menjadi seorang guru?.

Aku tak ingin

Bila hanya dengan memilikimu aku puas
aku tidak ingin
sebab apa setelah kepuasan?

Bila tanpa dirimu aku lumpuh
aku juga  tidak ingin
sebab sesudah itu aku tidak berdaya

Aku hanya ingin kau mengantarkanku
menemui tuhan yang membuatku rindu

Dimana Jawaban itu?

Iakah semua ini akan tercapai. Aku tidak tahu tangga-tangga yang harus aku naiki untuk mencapainya. Serasa begitu rumit mencapai keinginan ini.
Tak tahu arah kemana langkah kaki harus bergerak. Dalam pikiran ini selalu terbayang cita-cita yang tinggi. Indah sekali saat aku memasuki dunia khayalan. Bermimpi tentang cita-cita yang sudah tercapai.
Dimana jawaban itu?

KETAHUILAH

Ketidaktahuan mengantarkanmu pada jurang, Sebab kau bermata tapi tidak melihat, melangkah tidak dengan tongkat, meraba dalam gelap gulita. Ketidakmengertian menyesatkan langkah-langkah perjalananmu.

Di dalam kelas

Aku datang terlambat masuk kelas, Dosen bertanya siapa aku “kamu seniman atau filosof, rambutnya kok panjang” Aku terdiam sejenak dan menjawab “aku hamba Allah, umat nabi Muhammad dan anak dari kedua orang tuaku” Ia pun terdiam.

Tuhan juga cemburu

Aku tahu tuhan... Kau sangat pencemburu bila melihat hambamu berpaling Aku berusaha menjaga diri agar kau tidak cemburu
Tapi tak semudah itu tuhan... Menjaga perasaan tak seperti menjaga anggota tubuh Namun, yang ada dalam tubuh itu sendiri Entah itu wujud selain dirimu...