KEYAKINAN MENGALAHKAN SEGALANYA

Alkisah, si Fulan hidup sebatangkara di gubuknya, ia tidak memiliki siapapun, sanak familinya telah tiada.  Didalam gubuknya  hanya terdapat mangkok. Hanya mangkok  itulah harta kekayaannya.
Suatu saat rombongan kerajaan lewat didepan rumahnya. Semua penduduk menundukkan wajahn tanda menghormati sang raja. Para prajurit memikul kencana. Si Fulan tetap dalam rumahnya, ia hanya melihat dari kejauhan, tepat pada jendela yang terbuka.
Tepat didepan rumahnya, tirai kencana yang dibawa prajurit tersingkap oleh hembusan angin. Tampak oleh si Fulan seorang putri cantik yang membuatnya terpaku. Baru pertama kali ini ia melihat perempuan cantik. Matanya tak berkedip melihat perempuan itu. kencana itu berlalu seiring dengan berjalannya para prajurit.
Wajah perempuan itu terus terlintas dalam benak si Fulan. Ia memutuskuan untuk mencari dan melamarnya. Ia tak peduli siapa dia dan apa yang dimilikinya. Ia membulatkan tekad untuk mencari sosok perempuan yang telah membawa hatinya.
Mentari muncul membawa harapan bagi si Fulan. Pagi itu ia berangkat dengan bekal tekad dan semangat. Ia menelusuri jalan menuju istana kerajaan
“ kira-kira anda tahu siapa yang ada dalam kereta kencana kemarin, Waktu rombongan kerajaan melewati jalan ini? tanya si Fulan pada pedagang
“ itu putri raja, memangnya kenapa?”
“ saya akan melamarnya” jawab si Fulan dengan penuh keyakinan.
“gila kau, ngaca dulu dong” ejek pedagang pada si Fulan. Si Fulan tak menghiraukan perkataan pedagang itu, ia terus melanjutkan perjalananya. Tujuannya hanya satu, yakni mendapatkan putri raja, apapun caranya!.
            Si Fulan meneruskan perjalanannya, tak kenal lelah, terik matahari yang membakar kulitnya tak mengurangi semangatnya untuk menuju istana. Rasa lapar dan haus kini cukup terisi dengan mengingat putri wajah sang raja.
            “ anda tahu dimana istana kerajaan”
            “ anda terus melewati jalan ini” jawab petani saat melepas lelahnya.
            “ ada persoalan apa mau kesana?” tanyan petani itu
            “ saya akan melamar putri raja” petani itu diam sejenak
            “ gila, pengemis mau melamar putri raja. Bagaikan pungguk merindukan bulan”
Si Fulan meneruskan perjalanannya, ia tak peduli apa yang dikatakan orang-orang padanya, dalam hatinya hanya satu, mendapatkan putri raja.
Setelah berhari-hari ia menempuh perjalanan, akhirnya ia tiba di istana.
“ anda mau kemana?” penjaga pintu gerbang mencegah langkah kakinya.
“ saya mau menemui raja, hendak melamat tuan putri”
“ mohon maaf, raja tidak mungkin menerima pengemis seperti anda menjadi menantunya”
Tiba raja-raja melihat si Fulan
“ biarkan pengemis itu masuk” perintah raja pada prajuritnya
 Raja mempersilahkan si Fulan masuk ke istananya. Sang raja menanyakan tujuan kedatangan si Fulan.
“saya ingin melamar putri raja”
“apa yang kau miliki?” tanya sang raja
“ saya hanya meiliki satu mangkok”
“ aku menerima lamaranmu asal kau bisa mengisi mangkok ini dengan mutiara dan emas”
“baik, saya sanggup”
Kesanggupan si Fulan membuat ia bingung, dengan apa ia akan mendapatkan mutiara emas sebanyak isi mangkok itu, ia mendatangi pasar menuju toko emas.
“kalau mutiara dan emas sebanyak isi mangkok ini berapa harganya” tanya si Fulan pada pedagang emas
“ wah... kalau sepenuh mangkok itu sangat mahal harganya, tiga petak kebun  anda tidak cukup untuk membeli emas sebanyak itu”
“sebenarnya dimana tempat mendapatkan mutiara dan emas ini”
“ di dasar laut”
Si Fulan tak pernah putus asa, tekadnya sudah bulat, semangatnya berapi-api.ia harus mendapatkan putri raja. Semangat dan keyakinannnya telah mengalahkan segalanya. Dengan semangatnya, ia bisa memasuki istana raja, ia bisa mengalahkan terik matahari yang membakar tubuhnya. Rasa haus dan lapar bertekuk lutut di hadapannya.
Kini ia telah berada di pantai. Ia meyakini jika mutiara dan emas itu berada didasar laut. Ia menguras air laut tanpa kenal lelah. Malam telah berlalu, namun air laut belum juga terkuras, hal itu tetap tidak mengurangi semangat si Fulan untuk mendapatkan mutiara dan emas.
Saat si Fulan berusaha keras, saat ia memiliki keyakinan yang kuat , saat itulah pintu rahmat tuhan terbuka untuknya. Dengan kasih sayang tuhan, ia membuat ikan-ikan benar-benar takut jika air laut akan terkuras habis.
“ sebenarnya apa yang diinginkan pemuda itu, hingga ia bersusah payah siang dan malam mengurai air laut ini”? tanya raja ikan pada anak buahnya
“ ia menginginkan mutiara dan emas permata sebagai mahar untuk melamar putri raja”
“kita berikan saja dia mutiara dan emas”
Ikan-ikan pun mendatangi pemuda itu dengan membawa mutiara dan emas. Tampak dari kejauhan si Fulan melihat kemerlap sesuatu ditengah laut, ia berhenti sejenak untuk memastikan apa sebenarnya yang terjadi ditengah laut. Ia memperhatikan kemerlap itu sedang menujunya. Saat hampir mendekatinya, ia terkejut, para ikan membawakannya mutiara dan emas. Si Fulan terkejut dengan segera ia mengambil mangkok miliknya dan mengisinya dengan emas dan mutiara.
Ia segera kembali ke istana raja dan memberikannya pada raja. Raja yang bijaksana tak mengingkari janjinya. Si Fulan akhirnya mendapatkan putri raja.
Dari kisah diatas kita dapat mengambil kesimpulan jika semangat dan keyakinan mengalahkan segalanya.

Comments

  1. Betul, Keyakinan bisa mengalahkan segalanya. Coba ujian Si Fulan dalam mendapatkan Putri Raja lebih menggigit lagi, pasti seru dan lebih menarik...
    Thank'z ^_^

    ReplyDelete
  2. hasil ceramah dari al mukarrom KH. Hefni Mahfudz

    ReplyDelete

Post a Comment