Skip to main content

Posts

Showing posts from September, 2011

Suatu Hari

Satu hari telah terlewati
Tanpa ada pengetahuan baru yang ku ketahui
Apalah arti hidupku yang telah ku lalui
Kalau bukan hanya berlari dalam mimpi
Kini ku menyesali diri sendiri
Kenapa tak segera bangkit dan berdiri
Berjalan mencari sesuatu yang tak ku fahami
Kenikmatan dunia telah melupakan diri
Mata belum juga terpejam hingga pagi
Menunggu matahari terbit untuk mengaji
Pada guru-guru yang menyejukkah hati
Agar aku tak menyesal di kemudian hari

KEYAKINAN MENGALAHKAN SEGALANYA

Alkisah, si Fulan hidup sebatangkara di gubuknya, ia tidak memiliki siapapun, sanak familinya telah tiada. Didalam gubuknya hanya terdapat mangkok. Hanya mangkok itulah harta kekayaannya. Suatu saat rombongan kerajaan lewat didepan rumahnya. Semua penduduk menundukkan wajahn tanda menghormati sang raja. Para prajurit memikul kencana. Si Fulan tetap dalam rumahnya, ia hanya melihat dari kejauhan, tepat pada jendela yang terbuka. Tepat didepan rumahnya, tirai kencana yang dibawa prajurit tersingkap oleh hembusan angin. Tampak oleh si Fulan seorang putri cantik yang membuatnya terpaku. Baru pertama kali ini ia melihat perempuan cantik. Matanya tak berkedip melihat perempuan itu. kencana itu berlalu seiring dengan berjalannya para prajurit. Wajah perempuan itu terus terlintas dalam benak si Fulan. Ia memutuskuan untuk mencari dan melamarnya. Ia tak peduli siapa dia dan apa yang dimilikinya. Ia membulatkan tekad untuk mencari sosok perempuan yang telah membawa hatinya. Mentari muncul membawa…