Skip to main content

Posts

Showing posts from August, 2011

Renungan dari heningnya malam

Tatkala semua keinginanmu tidak terpenuhi, ingatlah kembali tangga-tangga yang sudah kau daki untuk menggapainya, kau melihat kebawah, dan kau berkata: “ku sudah terlalu tinggi untuk turun” kau pun melihat keatas dan berkata: masih terlalu jauh untuk ku capai. Pada saat itulah kesabaranmu sedang diuji. 170811

Ini kenyataan

Bagaimana perasaanmu jika seseorang yang paling kau sayangi menganggap dirimu bagai angin berlalu, adanya dirimu seperti tiada bagi dirinya. Kau bilang jika itu adalah perasaan cinta, namun kau jujur perasaan itu begitu menyiksa. Apa yang kau lakukan setelah itu? tetap bertahan menyayanginya sampai ia mengerti kalau kau tersiksa meskipun kau tidak tahu entah sampai kapan, atau berhenti menyayanginnya dengan konsekwensi kau akan semakin tersiksa. Kenyataan itu memang pahit. Penyiksaan yang dibungkus dengan cinta tanpa kau sadari. 180811

Setetes Harapan

Beri aku setetes harapan agar dahaga ini tidak semakin tandus, mengingat wajahmu tak cukup untuk sekedar mengobati keinginan hati yang menggebu-gebu. jangan terlalu jauh kau pergi dariku, aku tak biasa jauh dari seorang kekasih.besar harapanku untukmu. To be continued.....

surat dariku

Jangan pernah mengulurkan cinta dengan mata terpejam, meski tertanam pada hatimu untuk seseorang yang spesial. boleh jadi bukanlah orang yang kau maksud menerimanya.Kau telah keliru, memberikan setangkai bunga mawar tidak pada kekasihmu, meskipun aku tau tujuanmu padaku. Dalam gelap itu, dalam pejaman matamu, aku tidak ada disana. Kau tahu, hatiku memanas sayang!. cintamu padaku hanya ada dalam gelap, dalam gelap itu kau masih memejamkan mata.

Kekasihku bernama sunyi

Kekasihku bernama Sunyi Mata hatiku menjerit dan menangis Tetesan air matanya berupa huruf-huruf yang teriris Teriakannya meraung seperti tajamnya keris Pada rintihan susunan kata yang yang menangis Aku melontarkan keperihan itu padamu, Huruf! Seperti Drum pada novel tanpa huruf R Yang ada hanya sunyi dan bulan separoh Serta tetesan rembulan pada kesunyiannya Kekasihku kini bernama Sunyi Yang aku sendiri tak tau seperti apa rautnya Hanya bayangan gelap yang menyerupai wajah Diantara siraman sinar bulan separuh Hatiku sedang berkabung Aku memandang sesuatu dengan warna hitam Simbol wajah kekasihku, Sunyi! Itulah kemesraan dalam kegelapan Jangan lagi kau kecewakan aku, Sunyi! Dengan mengambil malam-malam kesunyian Setelah kau merampas semua senyum matahari Saat aku membuka mata dan melihat buramnya pagi Sunyi, jika aku mengingat kelam itu Aku ingin membanting botol miras digenggamanku Dan melemparkannya pada wajah lelaki itu Kemudian menusukkannya pada jantung Sunyi, kau harus tau, agar tak terulang kembali Cara…