Sabtu, 20 Agustus 2011

Renungan dari heningnya malam


Tatkala semua keinginanmu tidak terpenuhi, ingatlah kembali tangga-tangga yang sudah kau daki untuk menggapainya, kau melihat kebawah, dan kau berkata: “ku sudah terlalu tinggi untuk turun” kau pun melihat keatas dan berkata: masih terlalu jauh untuk ku capai. Pada saat itulah kesabaranmu sedang diuji.  170811
Read More

Kamis, 18 Agustus 2011

Ini kenyataan


Bagaimana perasaanmu jika seseorang yang paling kau sayangi menganggap dirimu bagai angin berlalu, adanya dirimu seperti tiada bagi dirinya. Kau bilang jika itu adalah perasaan cinta, namun kau jujur perasaan itu begitu menyiksa. Apa yang kau lakukan setelah itu? tetap bertahan menyayanginya sampai ia mengerti kalau kau tersiksa meskipun kau tidak tahu entah sampai kapan, atau berhenti menyayanginnya dengan konsekwensi kau akan semakin tersiksa. Kenyataan itu memang pahit. Penyiksaan yang dibungkus dengan cinta tanpa kau sadari. 180811
Read More

Selasa, 16 Agustus 2011

Setetes Harapan

Beri aku setetes harapan agar dahaga ini tidak semakin tandus, mengingat wajahmu tak cukup untuk sekedar mengobati keinginan hati yang menggebu-gebu. jangan terlalu jauh kau pergi dariku, aku tak biasa jauh dari seorang kekasih.besar harapanku untukmu. To be continued.....
Read More

Senin, 15 Agustus 2011

surat dariku

Jangan pernah mengulurkan cinta dengan mata terpejam, meski tertanam pada hatimu untuk seseorang yang spesial. boleh jadi bukanlah orang yang kau maksud menerimanya.
Kau telah keliru, memberikan setangkai bunga mawar tidak pada kekasihmu, meskipun aku tau tujuanmu padaku. Dalam gelap itu, dalam pejaman matamu, aku tidak ada disana.
Kau tahu, hatiku memanas sayang!. cintamu padaku hanya ada dalam gelap, dalam gelap itu kau masih memejamkan mata.

Read More

Sabtu, 13 Agustus 2011

Kekasihku bernama sunyi


Kekasihku bernama Sunyi
Mata hatiku menjerit dan menangis
Tetesan air matanya berupa huruf-huruf yang teriris
Teriakannya meraung seperti tajamnya keris
Pada rintihan susunan kata yang yang menangis
            Aku melontarkan keperihan itu padamu, Huruf!
            Seperti Drum pada novel tanpa huruf R
            Yang ada hanya sunyi dan bulan separoh
            Serta tetesan rembulan pada kesunyiannya
Kekasihku kini bernama Sunyi
Yang aku sendiri tak tau seperti apa rautnya
Hanya bayangan gelap yang menyerupai wajah
Diantara siraman sinar bulan separuh
            Hatiku sedang berkabung
            Aku memandang sesuatu dengan warna hitam
            Simbol wajah kekasihku, Sunyi!
            Itulah kemesraan dalam kegelapan
Jangan lagi kau kecewakan aku, Sunyi!
Dengan mengambil malam-malam kesunyian
Setelah kau merampas semua senyum matahari
Saat aku membuka mata dan melihat buramnya pagi
            Sunyi, jika aku mengingat kelam itu
            Aku ingin membanting botol miras digenggamanku
            Dan melemparkannya pada wajah lelaki itu
            Kemudian menusukkannya pada jantung
Sunyi, kau harus tau, agar tak terulang kembali
Caranya menghindariku sangat tak kusukai
seperti merobeknya harimau pada mangsa
mencabik-cabik menjadi berantakan
            sunyi! Temani aku ditengah laraku (BGS)
                       
12/07/2011

Dua Purnama
Bukankah kau tau apa obat pelipur lara!
Semua penawar racun dalam hatiku ada dalam dirimu
Perjalanan ini kulalui dengan malam yang panjang
Untuk memilih bintang-bintang penghias malam
            Purnama sudah datang kedua kalinya
            Mengapa kau masih berkata gelap pada malam
            Aku telah memilih bintangku padamu
            Sebab apa kau menolak sinar sejuk itu
Apakah karena kau telah memiliki bintang?
Atau karena bintang yang kuberikan terlalu redup
apakah karena awan yang membatasi langit hingga buram
atau karena aku memang buram sampai kau menepisnya dengan hujan air mata (BGS)


           
Read More