Skip to main content

Posts

Kisah Mantan TKW Sukses, Jual Produk ke 17 Negara

Recent posts

Koptu Hartono, Tentara Nyentrik Berjiwa Seniman

Seni sudah mendarah daging dalam tubuh Hartono. Setiap tampil di pentas, anggota Koramil Kaliwates ini selalu tampil total. Bahkan semua yang berbau kesenian dilakukannya, mulai dari seni tari, lukis serta mengkoleksi benda-benda antik. 
Koptu Hartono tinggal di perumahan Graha Citra Blok B 12 Kaliwates Jember. Rumahnya mengekspresikan karakter seniman nyentrik tersebut. Dinding depan rumah dihias dengan interior menarik. Bahkan, diatas rumahnya terdapat hiasan dokar. Dari depan rumahnya, seperti adat rumah Bali. Masuk ke dalam rumah, berbagai benda antik dikumpulkan di ruang depan. Seperti sepeda onthel, mesin ketik, samurai, uang kuno, dan lainnya. Orang yang datang pun merasa nyaman, dengan sajian benda-benda klasik.
Koptu Hartono memang termasuk orang nyentrik. Dia adalah seorang Babinsa di Kelurahan Kepatihan, Koramil Kaliwates , Kesatuan Kodim 0824 Jember. Sepintas, tak ada yang tahu jika terdapat bakat seni dalam dirinya. Namun, saat menelusuri hidupnya, dialah tentara yang berjiw…

Kisah Pemilik Macarina, Modal Rp 3 Juta, Omset Rp 300 Juta

Helmi Zamrudiansyah rela rela kelaparan hanya untuk membeli macaroni ketika merantau ke Jakarta. Namun, siapa sangka, hal itu membuat dirinya sukses muda ketika kembali ke Jember.
Rumah Helmi di Jalan Sriwijaya XXnomor 19 dipenuhi dengan makanan ringan macaroni. Di sebelah barat, ada yang sedang menggoreng, di sebelah timur, ada yang sedang menghitung dan memasukkan packing ke dalam kardus.
Bahkan di ruang tamunya juga penuh dengan makanan yang disukai oleh para anak muda itu. Setiap hari, selalu ada aktivitas produksi macaroni. Rupanya, bisnis makanan ringannaik daun dan terus berkembang.
Padahal, bisnis kuliner itu baru berumur 1,5 tahun. Yakni dimulai sejak Maret 2017 lalu. Hanya saja untuk mencapai suksesseperti sekarang, Helmi harus jatuh bangun selama delapan tahun dalam membangun usahanya.
Dari kegagalan itulah, pria kelahiran Jember 20 April 1989 ini mulai introspeksi diri. Apa yang membuat dirinya selalu gagal. “Saya pernah jual minuman coklat, ada 21 outlet,” akunya. Mulai dari …

Kearifan Lokal sebagai Perekat Toleransi

Pada dasarnya, warga Indonesia memiliki budaya luhur dalam menjaga perdamaian. Sikap saling gotong-royong, menghomati perbedaan dan menjunjung tinggi nilai persaudaraan. Kearifan lokal ini perlu dikuatkan lagi.
7 Juli 2018, 35 siswa SD hingga SMP di Kecamatan Kencong berkunjung ke Gereja Kristen Jawi Wetan Dusun Sidoreno, Desa Wonorejo Kecamatan Kencong. Mereka datang bersama ibunya dalam kegiatan forum lintas iman. Mereka berasal dari kalangan beragam agama, dari Islam, Kristen, Hindu dan Katolik.
Anak-anak itu bermain di depan geraja, sedangkan ibu mereka berada di dalam sedang berdiskusi. Tema yang diangkat keluarga tanpa kekerasan pada anak. “Temanya sesuai kebutuhan, tema pertama pentingnya pendidikan toleransi bagi anak di keluarga,” kata pendeta Nicky Widya Ningrum.
Pertemuan anak lintas agama itu merupakan kegitan kali ketiga dalam rangka Hari Anak Nasional (HAN) 2018. Saat orang tua sedang berdiskusi, anak-anakberada di luar, berbaur, bermain out bond, menyanyikan lagu kebangsa…

Literasi Digital Bagi Anak Buruh Migran

Anak buruh migran kerap dikirimi gawai yang bagus oleh orang tuanya dari luar negeri. Sayangnya, mereka belum bisa menggunakan gawai dengan cerdas, termasuk orang disekelilingnya. Ada kekhawatiran disalahgunakan. “Mak, saya dapat buku,” kata Diana memberikan buku yang didapat dari bermain ular tangga internet sehat di lapangan polo lumpur Komunitas Tanoker Minggu 25 Maret 2018 lalu. Setelah itu, anak tersebut kembali ke tempat bermain bersamatemannya. “Empat loncatan, satu, dua, tiga, empat,” ucap Silviatul Hasanah, siswi kelas V SDN Sumberlesung 1 Kecamatan ledokombo sambil melompat, setelah itu membacakan kalimat yang terdapat dibawahnya. Lapor segera kepada guru atau orang tua jika tahu atau terkena cyberbullly. “Jadi kalau adek-adek yang ada yang dibully di media sosial, harus segera melaporkan pada orang tua atau gurunya ya,” kata Zainul Hasan menjelaskan makna dari masing-masing kotak di ular tangga tersebut.Kotak ular tangga tersebut diisi dengan kalimat cara cerdas bermedia so…

Jimly Ashary, Pelukis Kaligrafi Jember yang Mendunia

Kaligrafi sudah menjadi bagian yang tidak terpisah dari santri Ponpes Darussholah ini. Ketekunan dan kesabaran mengantarkannya berprestasi hingga tingkat internasional. Karyanya kerap lolos dalam berbagai pameran.
Pria berkacamata itu sudah menekuni ilmu kaligrafi sejak masih menjadi pelajar. Di pesantren, dia memilih mengembangkan kemampuan seni Islam. Butuh waktu panjang untuk menjadi mahir di bidang kaligrafi. 
Sekarang, santri yang akrab disapa Jimly itu sudah menebarkan ilmunya pada santri yang lain. Terbaru, karya muridnya berhasil lolos dalam ajang pameran kaligrafi di Museum Sharjah Dubai. “Beberapa bulan lalu saya diminta buat hiasan mushaf di Malaysia,” katanya. 
Jimly juga sudah memiliki murid ditingkat nasional dan internasional. Cara belajarnya secara offline dan online. “Saya sempat meraih juara lima lomba IRCICA di Turki tahun 2016 lalu,” akunya.
Juara di tingkatlokal seperti juara tiga MTQ nasional mahasiswa di UI Jakarta, juara satu kaligrafi dalam festival arobi di Mala…